Minggu, 5 April 2026

Harga Emas Melonjak, Aset Safe Haven Kian Diburu

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 09:54 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Jae C. Hong)
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA, investor.idHarga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (2/3/2026) pagi, setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dikutip dari Reuters, eskalasi tersebut memperparah ketegangan geopolitik dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global, sehingga mendorong lonjakan permintaan terhadap aset safe haven.

Harga emas hari ini melejit 1,36% menjadi US$ 5.350,23 per ons troi saat berita ditulis, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat pekan. Bahkan, pada awal sesi, harga logam mulia tersebut sempat melonjak hingga 2%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut menguat 2,19% ke posisi US$ 5.362,69 per ons troi.

Situasi memanas setelah Israel melancarkan gelombang serangan lanjutan ke Teheran pada Minggu. Iran pun membalas dengan rentetan serangan rudal tambahan, sehari setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar global.

Analis pasar keuangan senior Capital.com Kyle Rodda menilai, konflik kali ini memiliki potensi eskalasi yang lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kedua pihak memiliki insentif kuat untuk terus meningkatkan ketegangan.

“Tidak seperti eskalasi sebelumnya, kali ini ada dorongan yang cukup kuat bagi kedua belah pihak untuk terus meningkatkan konflik. Risiko lingkungan pasar yang kacau, penuh ketidakpastian, dan volatil bisa berlangsung lebih dari beberapa hari. Dalam kondisi seperti ini, prospek emas menjadi sangat positif,” ujarnya.

Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas telah mencetak rekor demi rekor sepanjang tahun ini di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global. Reli terbaru memperpanjang lonjakan sekitar 64% sepanjang 2025, yang didorong oleh pembelian besar-besaran bank sentral, arus masuk yang kuat ke exchange-traded funds (ETF), serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Proyeksi JP Morgan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia