Harga Emas Melonjak, Aset Safe Haven Kian Diburu
Pekan lalu, JP Morgan dan Bank of America kembali menegaskan proyeksi bahwa harga emas berpotensi menembus level psikologis US$ 6.000 per ons troi. Bahkan, J.P. Morgan memperkirakan permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor dapat mendorong harga emas mencapai US$ 6.300 per ons troi pada akhir 2026.
Analis independen Ross Norman menyebut emas sebagai barometer terbaik untuk mencerminkan tingkat ketidakpastian global. “Kita memasuki era baru ketidakpastian geopolitik. Harga emas kemungkinan akan kembali mengalami penyesuaian ke rekor tertinggi baru,” katanya.
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan harga produsen AS pada Januari naik lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan potensi peningkatan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Investor juga akan mencermati sejumlah data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan ADP, klaim pengangguran mingguan, serta data non-farm payrolls.
Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak spot turun tipis 0,01% menjadi US$ 93,77 per ons setelah sebelumnya mencatat kenaikan bulanan pada Februari. Platinum melemah 0,03% ke US$ 2.367,78 per ons, sedangkan paladium justru naik 1,22% menjadi US$ 1.809,98 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






