Minggu, 5 April 2026

Saham BBCA Lebih Murah dari Zaman Covid-19

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Mar 2026 | 12:12 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali melemah 1,05% ke Rp 7.100 per akhir sesi I perdagangan Senin (2/3/2026).

Sebanyak 83,09 juta saham BCA diperdagangkan, frekuensi 33.530 kali, dan nilai transaksi Rp 587,78 miliar.

Meski memerah, berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA membukukan net buy Rp 53,9 miliar.

ADVERTISEMENT

Saham BBCA sendiri selalu berada di zona merah sejak 26 Februari 2026 pekan lalu. Dalam sebulan terakhir, saham ini anjlok 4,05% gara-garanya investor asing membukukan net sell mencapai Rp 10,68 triliun.

Sebelumnya, KB Valbury Sekuritas dalam risetnya tetap melihat peluang re-rating atau peningkatan valuasi pada saham BCA (BBCA), meski kepercayaan pasar dalam jangka pendek diperkirakan masih lemah dan dapat berlangsung cukup lama.

Peluang re-rating itu bakal didukung oleh penurunan biaya dana, imbal hasil kredit yang relatif stabil, rasio efisiensi (CIR) yang tetap solid, pertumbuhan pendapatan non-bunga (non-II), serta cadangan kerugian kredit yang masih terkendali. Ini diperkirakan mampu menopang laba BBCA tahun 2026.

Selain itu, tekanan jual yang sempat terjadi belakangan ini membuat saham BBCA diperdagangkan pada valuasi yang lebih rendah dibandingkan periode pandemi Covid-19.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.080. Target tersebut berdasarkan metode Gordon Growth Model (GGM).

Target harga saham BBCA setara dengan proyeksi price to book value (P/B) 2026 sebesar 4,1 kali. Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada P/B sebesar 2,7 kali. Dengan begitu, valuasi BBCA dinilai relatif menarik.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia