IHSG Dibayangi Konflik Timur Tengah dan Risiko Inflasi
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03% ke level 8.019,54 pada penutupan sesi I, Selasa (3/3/2026). Pergerakan IHSG hari ini cenderung fluktuatif di tengah tekanan sentimen eksternal dan domestik.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, dari sisi eksternal, bursa regional bergerak mixed. Pasar global dibayangi kekhawatiran inflasi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Menurut Pilarmas, serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap target di Iran, serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, mendorong lonjakan harga minyak dunia.
“Kondisi ini memicu kekhawatiran kenaikan biaya energi yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan mendorong inflasi global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (3/3/2026).
Selain itu, Pilarmas menambahkan, pejabat senior AS dilaporkan mengindikasikan Washington tengah mempersiapkan peningkatan serangan signifikan terhadap Iran. Hal ini memperkuat sinyal bahwa operasi militer belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Di sisi politik domestik AS, Pilarmas menyebut, parlemen terpecah. Partai Republik mendukung langkah Presiden AS, sementara Partai Demokrat berencana mengajukan voting terkait kewenangan perang (war powers) pekan ini. Dalam Konstitusi AS, kewenangan menyatakan perang berada di tangan Kongres.
Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, pasar juga mencermati pertemuan tahunan China yang dijadwalkan berlangsung 4–11 Maret. Dalam agenda tersebut, otoritas China diperkirakan menetapkan target ekonomi, menguraikan prioritas kebijakan, serta merilis Rencana Lima Tahun ke-15 untuk periode 2026–2030.
Sentimen Domestik
Dari sisi domestik, Pilarmas menjelaskan, tekanan jual masih membayangi IHSG. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak membuat lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi domestik.
“Kondisi ini dikhawatirkan membebani APBN dan memperlebar defisit, yang pada akhirnya bisa menekan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Pilarmas.
Meski demikian, Pilarmas mengatakan, Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan, terutama menjelang Lebaran dan di tengah ketidakpastian global.
BI menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berdaya tahan.
Pada sesi I hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain SICO, RMKO, ARTA, BOAT, dan HUMI. Sementara saham dengan penurunan terbesar meliputi RANC, SOTS, INDS, MDIA, dan DPUM.
Pilarmas merekomendasikan buy untuk saham BULL untuk perdagangan di sesi II. “Dengan level support di 494 dan resistance di 560,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.Tag Terpopuler
Terpopuler






