Harga Emas Buka Jalan Menuju Batas Atas
JAKARTA, investor.id - Memasuki awal pekan pada Senin 2 Maret 2026, harga emas spot melonjak ke level US$ 5.419 per troy ons.
Kontrak berjangka emas AS juga sempat naik hingga mencapai US$ 5.397 per troy ons. Ini adalah level tertinggi sejak akhir Januari 2026. Pasar fokus pada potensi berlanjutnya reli harga emas yang didukung oleh sentimen seputar konflik di Timur Tengah.
Sebelum perang AS-Israel vs Iran pecah akhir pekan lalu, harga emas sempat mengalami beberapa koreksi. Analis menilai penurunan tersebut menjadi momentum untuk melakukan aksi beli, yang pada akhirnya dapat mendorong emas kembali ke posisi kuat.
“Pasar menggunakan penurunan harga untuk membangun posisi beli baru. Gambaran momentum tetap utuh,” ungkap seorang analis komoditas di London, Inggris, dikutip dari Goldinvest, Kamis (5/3/2026).
Jika harga emas kembali menguat, analis tersebut memproyeksikan harga emas berpeluang menuju level resistance (batas atas) pertama di US$ 5.430 per troy ons.
Kenaikan selanjutnya di atas level tersebut membuka jalan bagi harga emas menyentuh US$ 5.594 per troy ons.
Harga emas diperkirakan akan didukung oleh perhatian terhadap perang AS-Israel vs Iran, terutama setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya memperkirakan konflik tersebut bisa berlangsung selama empat hingga lima minggu.
Bagi pasar emas, pernyataan tersebut menjadi premi risiko geopolitik yang diperhitungkan. Selama konflik berlanjut dan eskalasi tidak dapat dikesampingkan, permintaan emas sebagai aset safe haven diantisipasi tetap tinggi.
Faktor lain yang memengaruhi pasar emas adalah penutupan Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak global. Harga minyak yang mahal memicu lonjakan inflasi, yang pada akhirnya ikut mendukung reli harga emas.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






