Harga Emas Bisa Naik Terbatas Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - Perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah mendorong permintaan aset safe haven yang berkelanjutan terhadap emas.
Namun, seorang ahli strategi pasar menilai pergerakan harga emas saat ini dapat mengindikasikan bahwa logam mulia tersebut membutuhkan lebih banyak waktu untuk berkonsolidasi karena aset safe-haven lainnya masih undervalued.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (5/3/2026) Kepala Ahli Strategi Pasar di MarketGauge, Michele Schneider mengatakan bahwa ia tidak melihat momentum yang cukup untuk harga emas menembus resistensi US$ 5.400 per troy ons.
Seperti diketahui, harga emas sempat mengalami tekanan jual yang signifikan sehingga menguji support di kisaran US$ 5.000 per troy ons. Meskipun harga emas telah berhasil memantul dari titik terendahnya, menurut Schneider, volatilitas ini tampaknya merupakan bagian dari konsolidasi yang lebih luas.
Ia menambahkan bahwa pergerakan harga emas ke depan akan lebih bergantung pada pergeseran struktural di pasar keuangan dibandingkan berita perkembangan geopolitik.
“Tetapi satu-satunya pengecualian adalah jika konflik ini jadi lebih besar dan berkepanjangan, maka semua prediksi akan meleset. Saya pikir kita akan melihat harga minyak yang jauh lebih tinggi dan harga emas dan perak yang jauh lebih tinggi,” kata Schneider.
Namun, dalam jangka pendek, Schneider menilai risiko terbesar bagi emas adalah valuasi yang menarik di pasar obligasi. Menurutnya, dengan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang turun di bawah 4% minggu lalu, investor tampaknya sedang menilai kembali arah investasi dalam lingkungan makroekonomi yang tidak pasti.
Schneider mencatat, pasar obligasi muncul sebagai tempat berlindung yang aman alternatif, terutama karena kekhawatiran meningkat tentang pasar kredit dan stabilitas sistem keuangan global.
Baca Juga:
Harga Emas Buka Jalan Menuju Batas Atas“Menurut saya, yang sedang terjadi adalah perubahan besar. Para spekulator dan pedagang obligasi dapat mulai melirik obligasi sebagai jaring pengaman lebih dari emas," sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa pergeseran ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat terhadap sistem kredit dan kemungkinan bahwa pemerintah akan memprioritaskan stabilitas keuangan daripada menekan inflasi.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






