Sabtu, 4 April 2026

Momentum Harga Emas Masih Kuat, Reli Tak Terbendung

Penulis : Natasha Khairunisa
6 Mar 2026 | 04:45 WIB
BAGIKAN
Emas batanganr. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Emas batanganr. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melanjutkan penguatan hingga 0,4% dan makin mendekati level baru di US$ 5.200 per troy ons. Ini didorong oleh permintaan aset safe haven yang makin meningkat seiring perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC International, Jumat (5/3/2026), harga emas spot naik ke US$ 5.156,1 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,7% menjadi US$ 5.168,2 per troy ons.

Penguatan harga emas terjadi meskipun dolar AS (USD) mempertahankan posisi kuatnya, ditambah dengan kekhawatiran seputar kebijakan moneter Federal Reserve yang membatasi peluang kenaikan logam mulia.

Advertisement

Dolar AS naik sekitar 0,2% setelah sempat turun dari level tertingginya dalam tiga bulan, karena dampak perang mengguncang pasar global dan membuat sentimen tetap rapuh.

Harga emas menguat ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah Israel melancarkan gelombang serangan lanjutan ke Teheran pada Kamis (4/3), yang menargetkan sejumlah infrastruktur milik otoritas Iran.

"Ada potensi peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas Capital Economics.

Harga emas juga melanjutkan penguatan meski kekhawatiran seputar pasokan energi terus mendorong kenaikan harga minyak, serta memicu kekhawatiran inflasi.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, tetapi juga cenderung berkembang ketika suku bunga lebih rendah, karena merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

“Di sisi lain, risiko periode harga energi yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama yang membuat penurunan tarif tidak mungkin dilakukan, dan meningkatkan kemungkinan kenaikan tarif, dapat membatasi keuntungan lebih lanjut," ungkap Hussain.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia