Momentum Harga Emas Masih Kuat, Reli Tak Terbendung
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melanjutkan penguatan hingga 0,4% dan makin mendekati level baru di US$ 5.200 per troy ons. Ini didorong oleh permintaan aset safe haven yang makin meningkat seiring perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Dikutip dari CNBC International, Jumat (5/3/2026), harga emas spot naik ke US$ 5.156,1 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,7% menjadi US$ 5.168,2 per troy ons.
Penguatan harga emas terjadi meskipun dolar AS (USD) mempertahankan posisi kuatnya, ditambah dengan kekhawatiran seputar kebijakan moneter Federal Reserve yang membatasi peluang kenaikan logam mulia.
Dolar AS naik sekitar 0,2% setelah sempat turun dari level tertingginya dalam tiga bulan, karena dampak perang mengguncang pasar global dan membuat sentimen tetap rapuh.
Harga emas menguat ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah Israel melancarkan gelombang serangan lanjutan ke Teheran pada Kamis (4/3), yang menargetkan sejumlah infrastruktur milik otoritas Iran.
"Ada potensi peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas Capital Economics.
Baca Juga:
Harga Emas Buka Jalan Menuju Batas AtasHarga emas juga melanjutkan penguatan meski kekhawatiran seputar pasokan energi terus mendorong kenaikan harga minyak, serta memicu kekhawatiran inflasi.
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, tetapi juga cenderung berkembang ketika suku bunga lebih rendah, karena merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
“Di sisi lain, risiko periode harga energi yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama yang membuat penurunan tarif tidak mungkin dilakukan, dan meningkatkan kemungkinan kenaikan tarif, dapat membatasi keuntungan lebih lanjut," ungkap Hussain.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






