Minggu, 21 Juni 2026

Momentum Harga Emas Masih Kuat, Reli Tak Terbendung

Penulis : Natasha Khairunisa
6 Mar 2026 | 04:45 WIB
BAGIKAN
Emas batanganr. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Emas batanganr. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melanjutkan penguatan hingga 0,4% dan makin mendekati level baru di US$ 5.200 per troy ons. Ini didorong oleh permintaan aset safe haven yang makin meningkat seiring perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC International, Jumat (5/3/2026), harga emas spot naik ke US$ 5.156,1 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,7% menjadi US$ 5.168,2 per troy ons.

Penguatan harga emas terjadi meskipun dolar AS (USD) mempertahankan posisi kuatnya, ditambah dengan kekhawatiran seputar kebijakan moneter Federal Reserve yang membatasi peluang kenaikan logam mulia.

ADVERTISEMENT

Dolar AS naik sekitar 0,2% setelah sempat turun dari level tertingginya dalam tiga bulan, karena dampak perang mengguncang pasar global dan membuat sentimen tetap rapuh.

Harga emas menguat ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah Israel melancarkan gelombang serangan lanjutan ke Teheran pada Kamis (4/3), yang menargetkan sejumlah infrastruktur milik otoritas Iran.

"Ada potensi peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas Capital Economics.

Harga emas juga melanjutkan penguatan meski kekhawatiran seputar pasokan energi terus mendorong kenaikan harga minyak, serta memicu kekhawatiran inflasi.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, tetapi juga cenderung berkembang ketika suku bunga lebih rendah, karena merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

“Di sisi lain, risiko periode harga energi yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama yang membuat penurunan tarif tidak mungkin dilakukan, dan meningkatkan kemungkinan kenaikan tarif, dapat membatasi keuntungan lebih lanjut," ungkap Hussain.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia