Pakar Bilang Harga Minyak Bisa Setinggi Ini
JAKARTA, investor.id - Pakar memproyeksikan harga minyak dunia dapat melonjak hingga mencapai kisaran US$ 150 per barel imbas penutupan jalur pengiriman minyak mentah strategis Selat Hormuz.
Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (6/3/2026), ekonom energi sekaligus profesor di Universitas Houston, Ed Hirs mengungkapkan bahwa ia mengantisipasi lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global jika gangguan pasokan minyak berlanjut akibat serangan militer AS-Israel terhadap Iran.
“Jika setengah dari minyak yang masuk melalui Selat Hormuz dihentikan, mungkin karena Angkatan Laut AS tidak dapat lagi mengawal (kapal tanker), maka kita bisa melihat harga minyak melonjak hingga mencapai US$ 150 per barel untuk jangka waktu tertentu,” kata Hirs.
“Kita telah melihat dampaknya di pasar LNG (Liquified Natural Gas), dengan harga naik lebih dari 40% pada hari pertama. Harga gas alam di seluruh negara Eropa hampir berlipat ganda selama periode Senin-Selasa,” katanya.
Selain itu, Hirs juga menyoroti lonjakan harga solar yang dinilai tidak proporsional.
Dia mencatat bahwa beberapa negara yang bergantung pada gas telah mulai membeli minyak bumi, yang memengaruhi pesanan di masa mendatang untuk beberapa negara bagian AS.
“Ini akan berdampak sangat besar pada negara-negara bagian New England di AS,” tambahnya.
“Dalam skenario itu, akan sangat buruk bagi Presiden AS Donald Trump di dalam negeri terutama dengan pemilihan paruh waktu yang akan datang," ucapnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






