Arah Harga Emas Pekan Depan
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diprediksi masih berpotensi menguat pada perdagangan pekan depan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) diperkirakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan logam mulia tersebut.
Harga emas ditutup melonjak 1,85% menjadi US$ 5.171,12 per ons troi pada perdagangan Jumat (6/3/2026).
Analis Dupoin Futures Andy Nugraha mengatakan, secara teknikal harga emas masih berada dalam tren bullish meskipun sempat mengalami koreksi setelah reli tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, harga emas sebelumnya sempat melonjak mendekati level US$ 5.400 per ons troi. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang mendorong investor global beralih ke aset safe haven seperti emas.
“Ketegangan geopolitik secara historis memang sering memicu peningkatan permintaan terhadap emas karena dianggap sebagai instrumen yang relatif aman ketika pasar keuangan berada dalam kondisi tidak stabil,” ujar Andy dalam risetnya, baru-baru ini.
Setelah reli tajam, Andy mengatakan, harga emas sempat mengalami koreksi atau pullback sekitar 5%. Koreksi ini dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
“Ketika dolar menguat dan yield obligasi naik, daya tarik emas biasanya menurun karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga,” papar Andy.
Meski begitu, dari sisi fundamental permintaan terhadap emas masih didukung oleh sentimen risk-off di pasar global. Lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik juga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global.
Dalam situasi tersebut, emas sering dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi sehingga minat investor terhadap logam mulia cenderung meningkat.
Pengalihan Aset
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






