Sabtu, 4 April 2026

Perdagangan Emas Dunia Mulai Terdampak Konflik Timur Tengah

Penulis : Indah Handayani
7 Mar 2026 | 11:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas
ilustrasi emas

JAKARTA, investor.id – Konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada perdagangan emas global. Pemerintah Ghana mempertimbangkan mengalihkan pengiriman emas artisanal ke pusat pemurnian alternatif setelah gangguan penerbangan menuju Dubai menghambat arus logistik logam mulia tersebut.

Dikutip dari Reuters, dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan perusahaan eksportir emas artisanal milik negara Ghana tengah menyiapkan jalur pengiriman baru jika gangguan penerbangan ke Uni Emirat Arab terus berlanjut.

Gangguan ini terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran meluas di kawasan Timur Tengah, sehingga sebagian besar penerbangan menuju Dubai dihentikan sementara.

Advertisement

Dubai selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan emas terbesar di dunia dan jalur utama distribusi emas fisik ke pusat pemurnian besar seperti Swiss, Hong Kong, dan India. Bagi Ghana, produsen emas terbesar di Afrika dan keenam terbesar di dunia, sekitar 80% emas dari sektor pertambangan skala kecil dan artisanal biasanya diproses di Dubai.

Perdagangan emas artisanal Ghana saat ini dikelola oleh GoldBod, lembaga yang menjadi satu-satunya pembeli dan eksportir resmi emas dari sektor pertambangan skala kecil sejak dibentuk tahun lalu. Seorang pejabat senior GoldBod mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan untuk pengiriman emas ke pusat pemurnian di luar Uni Emirat Arab, seperti Shanghai dan beberapa hub pemurnian di India.

Namun pelaku industri menilai pengalihan rute tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik.

Harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi serta sentralisasi perdagangan melalui GoldBod turut mendorong lonjakan produksi resmi emas artisanal Ghana. Tahun lalu, produksi sektor tersebut meningkat 63% menjadi 96 metrik ton dengan nilai sekitar US$15,8 miliar atau sekitar 52% dari total produksi emas nasional.

Meski demikian, GoldBod menilai gangguan terhadap perdagangan emas tidak akan terlalu signifikan karena permintaan pasar tetap tinggi. “Selalu ada pasar untuk emas. Banyak pembeli yang sudah lama menunggu, bahkan ada yang bersedia membayar dengan harga premium,” ujar salah satu pejabat GoldBod yang enggan disebutkan namanya.

Aktivitas Penerbangan Turun Drastis

Emas biasanya dikirim melalui jalur udara karena nilai yang sangat tinggi dibandingkan beratnya. Namun saat ini aktivitas penerbangan di Bandara Dubai, yang biasanya menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia, hanya beroperasi sekitar 25% dari kapasitas normal.

Analis StoneX Rhona O’Connell mengatakan ketika penerbangan kembali normal, pengiriman awal kemungkinan akan diprioritaskan untuk barang yang mudah rusak dibandingkan komoditas bernilai tinggi seperti emas.

Jika konflik di Timur Tengah berlangsung lebih lama, rencana alternatif GoldBod dinilai penting untuk mengurangi dampak ekonomi terhadap Ghana dan negara-negara Afrika lainnya. Seorang sumber dari perusahaan pertambangan emas artisanal di Ghana mengatakan potensi penutupan wilayah udara dapat berdampak besar terhadap perdagangan.

“Jika zona larangan terbang diterapkan, maka perdagangan akan berhenti dan pasokan devisa bisa terganggu. Hal itu berpotensi menekan nilai mata uang domestik dan berdampak pada ekonomi,” ujarnya.

Chief Executive London Bullion Market Association (LBMA) Ruth Crowell menilai gangguan perdagangan akibat konflik Timur Tengah juga dapat membuka peluang untuk menekan aliran emas ilegal di Afrika.

Menurut dia, situasi ini dapat mendorong pelaku pasar meninjau kembali rantai pasok mereka dan memastikan sumber emas berasal dari jalur yang lebih transparan dan bertanggung jawab.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 3 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia