ITMG Targetkan Volume Penjualan 6,8 Juta Ton Kuartal I, 45% sudah Berkontrak
JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) atau ITM menargetkan volume penjualan batu bara pada kuartal I-2026 sebesar 6,8 juta ton. Angka tersebut mencerminkan sekitar 27,5% dari total volume penjualan yang dicatatkan perseroan pada tahun buku 2025 sebesar 24,7 juta ton.
Dari sisi produksi, ITMG mengincar total volume produksi sebesar 5,1 juta ton pada periode yang berakhir hingga Maret 2026. Jika dibandingkan dengan total produksi batu bara pada tahun buku 2025 yang mencapai 21,2 juta ton, maka target volume produksi ITM tersebut merefleksikan 24,1%.
Menariknya, sebesar 45% (3,06 juta ton) dari target volume penjualan batu bara ITMG pada kuartal I-2026, harganya sudah berkontrak dengan harga tetap (fixed), sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga batu bara di pasar global.
Sementara sekitar 54% (3,67 juta ton) dari target dijual dengan menggunakan skema harga berbasis indeks pasar dan 1% atau 0,068 juta ton sisanya belum memiliki kontrak penjualan. Saat ini, harga batu bara global dibanderol di US$135,25 per ton, menguat 14,13% atau US$16,75 dalam sepekan terakhir.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih jauh bila dikomparasikan dengan harga batu bara pada September 2022 yang puncaknya mencapai US$440 per ton. Artinya, harga emas hitam masih terdiskon 69,3% dari harga tertingginya.
Trading Economics mengestimasikan harga batu bara akan berada di level US$135,77 pada akhir kuartal pertama tahun ini dan US$143,22 per ton dalam 12 bulan ke depan. Kenaikan ini menyusul masih memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Asal tahu saja, sepanjang 2025, ITMG mencatatkan total produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton, tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Perusahaan juga membukukan kinerja positif pada volume penjualan yang mencapai 24,7 juta ton, meningkat 3%.
Di sisi lain, pendapatan ITMG menurun 18% dari tahun sebelumnya menjadi US$1.881 juta akibat melemahnya harga jual rata-rata (ASP) batu bara perseroan. Laba kotor tercatat sebesar US$483 juta dengan marjin laba kotor 26%, serta laba bersih sebesar US$195 juta.
Berbekal peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya secara disiplin, dan meningkatnya akurasi perencanaan tambang, ITMG mempertahankan neraca keuangan tetap sehat. Pada akhir Desember 2025, total aset perseroan tercatat stabil pada angka US$2.406 juta, dengan total ekuitas sebesar US$1.908 juta.
Posisi kas dan setara kas pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar US$808 juta, mewakili 34% dari total aset perusahaan. Adapun, penjualan batu bara ITMG kepada pelanggan terdiri dari berbagai negara termasuk Indonesia (22%), Tiongkok (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%), dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






