Harga Emas Antam (ANTM) Sepekan ke Depan Bersiap Sentuh Level Ini
JAKARTA, investor.id - Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi bergerak di kisaran Rp 2.900.000 hingga Rp 3.150.000 dalam sepekan ke depan.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas Antam (ANTM) pada Sabtu ditutup di level Rp 3.059.000.
“Jika turun, support pertama di Rp 3.030.000. Support kedua di Rp 2.900.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Menurut Ibrahim, jika harga emas Antam naik maka resistance pertama di Rp 3.095.000 pada Senin depan. Kemudian, untuk sepekan ke depan hingga Sabtu, resistance kedua di level Rp 3.150.000.
Dia menjelaskan penyebab harga emas dunia naik. Pertama adalah karena faktor geopolitik. Kedua terkait dengan perpolitikan Amerika dan ketiga adalah faktor perang dagang, serta yang keempat karena kebijakan Bank Sentral Amerika.
Perang antara Iran dan Amerika serta Israel terus terjadi cukup signifikan. Hal ini membuat dolar mengalami penguatan, di samping itu harga emas dunia dan logam mulia juga dijadikan sebagai safe haven. Di sisi lain, terjadi kenaikan harga minyak mentah.
Baca Juga:
Arah Harga Emas Pekan DepanAdapun yang menyebabkan harga minyak karena adanya penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran.
Kemudian yang kedua dari segi perpolitikan Amerika, bersamaan dengan perang yang terjadi di Timur Tengah juga tanpa diskusi dulu dengan Kongres. Kemudian, Kongres juga membuat satu peraturan undang-undang untuk membatasi presiden dalam masalah perang.
Selanjutnya, masalah perang dagang, yakni negara-negara sekutu Amerika yang tidak membantu seperti Spanyol dan Inggris kemungkinan besar akan dikenakan perang tarif yang cukup besar walaupun sebenarnya masalah perang tarif ini dikatakan ilegal oleh Mahkamah Agung, tetapi Trump juga masih terus menerapkan.
Apalagi pada pekan ini juga sudah berlaku aturan 15% untuk perang dagang dengan negara-negara mitra kerjanya.
Kemudian, kebijakan Bank Sentral melihat bahwa hari Jumat lalu, data tenaga kerja terus mengalami penurunan kemudian pengangguran pun juga bertambah.
Ada kemungkinan besar kebijakan Bank Sentral Amerika pada tahun 2026 ini akan kembali merenungkan suku bunga 35 basis point. Pemerintahan Powell kemungkinan besar akan merenungkan 35 basis point dalam tahun 2026.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






