Kabar Bagus buat Saham RI?
JAKARTA, investor.id - BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam ulasannya menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran sudah “very complete, pretty much” dan memberi sinyal bahwa operasi militer kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
“Pernyataan ini langsung memicu sentimen positif di pasar global,” ungkap BRIDS, Selasa (10/3/2026) pagi.
Saham AS menguat karena investor mulai mengantisipasi de-eskalasi konflik. Harga minyak turun tajam ke sekitar US$ 86/barel setelah sebelumnya sempat melonjak di atas US$ 110 akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi.
“Pasar mulai price-in skenario de-eskalasi geopolitik, sehingga tekanan pada inflasi energi dan volatilitas pasar global berpotensi mereda,” pungkas BRIDS. Akankah hal tersebut berpengaruh ke saham-saham emiten RI?
Untuk perdagangan berikutnya, menurut BRIDS, IHSG berpotensi mengalami technical rebound, seiring koreksi harga minyak setelah rencana G7 melepas cadangan minyak strategis, serta beberapa saham yang sudah berada di area support dan oversold.
“Secara teknikal, support IHSG berada di 7.200–7.300 dengan resistance di 7.400–7.500, sementara pasar juga menantikan rilis data Retail Sales Indonesia,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Selasa (10/3/2026).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






