Harga Emas Kembali Menguat, Level Ini Jadi Target Berikutnya
Namun, Andy menegaskan, ketidakpastian masih membayangi pasar. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa Iran dapat mempertimbangkan langkah untuk memblokir ekspor minyak regional jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut.
Di sisi lain, pemerintah AS juga memberikan peringatan bahwa gangguan terhadap aliran minyak melalui Strait of Hormuz dapat memicu respons militer lebih lanjut. “Situasi tersebut berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas,” tambahnya.
Dari sisi teknikal, Andy menilai, tren bullish masih mendominasi pergerakan emas. Jika tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menguji area resistance di sekitar level US$ 5.231 per ons troi. “Namun apabila terjadi koreksi, pelaku pasar perlu mencermati area support terdekat di kisaran US$ 5.126 pe ons troi,” ucapnya.
Dengan kombinasi pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, serta sinyal teknikal yang masih positif, Andy menyebut, harga emas diperkirakan berpeluang mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek. “Meski demikian, investor tetap mencermati rilis data inflasi AS yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas global,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






