IHSG Berfluktuasi Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) galau, karena turun sebesar 3,1 poin (0,04%) ke level 7.437,8 pada penutupan sesi I, Rabu (11/3/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini berfluktuasi karena sentimen beragam dari eksternal maupun dalam negeri.
Pilarmas merekomendasikan saham pilihan UNVR untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas mengatakan dari eksternal, indeks saham Asia melanjutkan tren menguat yang tampaknya di dukung aktivitas ekonomi Jepang yang tumbuh dengan laju secara tahunan sebesar 1,3% pada kuartal keempat tahun 2025 menandai pemulihan dari sebelumnya mengalami kontraksi 2,6% pada kuartal ke tiga.
“Pencapaian tersebut tidak terlepas dukungan permintaan domestik yang kuat yang di topang Konsumsi swasta tetap tangguh, pengeluaran pemerintah meningkat. Ini mencerminkan dukungan dari stimulus fiskal bertujuan untuk meringankan beban rumah tangga dan mendukung aktivitas ekonomi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (11/3/2026).
Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, Data perdagangan yang kuat di China terus mendukung sentimen, karena ekspor dan impor tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada dua bulan pertama 2025, ini mencerminkan permintaan eksternal dan internal yang tangguh.
Sementara itu, Pilarmas mengatakan, pasar juga mempertimbangkan pesan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Selat Hormuz.
Menteri Energi Chris Wright sempat mengklaim di media sosial bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah mengawal sebuah kapal tanker, hanya untuk menghapus unggahan tersebut setelah Gedung Putih membantah operasi tersebut.
Pada saat yang sama, Pentagon mengatakan AS dan Israel telah melakukan serangan paling intens mereka terhadap Iran dan akan berlanjut hingga Teheran dikalahkan, bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa konflik tersebut dapat segera berakhir.
Jaga Inflasi Terkendali
Dari Eropa, Pilarmas menyebut, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bank sentral akan melakukan segala yang diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali meskipun terjadi lonjakan harga energi terbaru.
Dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, Lagarde menekankan bahwa para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mencegah terulangnya lonjakan harga tajam yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Dari dalam negeri, Pilarmas mengatakan, aktivitas ritel tetap stabil pada Januari, didukung oleh pengeluaran musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun, kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian pelaku pasar kondisi global saat ini dan juga cenderung bersikap defensif dengan membatasi kepemilikan aset berisiko sebelum cuti bersama Lebaran.
“Langkah ini diambil untuk memitigasi dampak fluktuasi pasar akibat meningkatnya ketegangan politik internasional selama bursa domestik tutup,” jelas Pilarmas.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar DEFI, UANG, KRYA, ALKA, GRPH. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar INDS, FITT, TCID, NZIA, INPC.
Pilarmas merekomendasikan saham pilihan UNVR untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan saham UNVR buuy dengan support dan resistance 1.960 –2.110,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






