Minggu, 5 April 2026

HRTA Soroti Minat dan Tren Harga Emas

Penulis : Natasha Khairunisa
12 Mar 2026 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Hartadinata Abadi (HRTA) mengungkapkan bahwa minat terhadap emas makin menguat, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah konflik di Timur Tengah terjadi pada awal Maret 2026. 

HRTA mencatat, sebelum konflik memanas di Timur Tengah, rata-rata harga emas dunia telah berada di level US$ 5.015 per troy ons pada Februari 2026 atau sekitar Rp 2,71 juta per gram, meningkat 17% secara tahunan dan 6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga emas bahkan ditutup pada level US$ 5.278 per ounce, mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada Januari 2026. 

ADVERTISEMENT

Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda mengatakan bahwa dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini kembali menegaskan peran emas sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka panjang.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil. Kami melihat minat terhadap kepemilikan emas tetap kuat, baik dari masyarakat maupun institusi,” ungkap Thendra dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (12/3/2026).

"Ketegangan geopolitik juga menjadi katalis terbaru bagi pergerakan harga. Pada awal Maret, serangan militer yang menewaskan pemimpin Iran memicu kenaikan harga emas sekitar 1%, diikuti lonjakan harga minyak yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar untuk menempatkan emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi," paparnya.

Selain dinamika geopolitik, Thendra menyoroti, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor penting terhadap pergerakan harga emas dunia.

Pada Februari 2026, Federal Reserve kembali menahan suku bunga AS di tengah inflasi yang masih berada di atas target, meskipun tetap membuka ruang untuk penurunan suku bunga di masa mendatang.

"Ke depan, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah katalis utama dari Amerika Serikat, termasuk rilis data tenaga kerja, inflasi (CPI), serta keputusan FOMC, yang berpotensi memengaruhi arah harga emas dunia," demikian paparan HRTA.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia