Emas Terus Mengalir Deras ke Brankas Bank Sentral
JAKARTA, investor.id - Terjadi penurunan pada aksi beli emas oleh bank-bank sentral global di bulan Januari 2026. Meski demikian, sejumlah bank sentral melakukan pembelian pertamanya dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa basis permintaan untuk cadangan emas semakin meluas.
World Gold Council (WGC) mencatat bahwa pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral mencapai 5 ton pada Januari 2026.
“Momentum pembelian emas oleh bank sentral mereda di awal tahun, dibandingkan dengan rata-rata 12 bulan sebelumnya sebesar 27 ton,” ungkap Kepala Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim, dikutip dari Kitco News, Rabu (4/3/2026).
WGC menyebut, harga emas dunia yang berfluktuasi dan musim liburan diperkirakan telah membuat beberapa bank sentral ragu untuk melakukan aksi beli.
Salim mencatat bahwa aktivitas pembelian emas oleh bank sentral terkonsentrasi di kawasan Asia dan Eropa Timur pada Januari 2026.
WGC merinci, Bank Sentral Uzbekistan membeli 9 ton emas pada bulan Januari, melanjutkan tren pembeliannya sejak Oktober 2025.
“Pembelian tersebut meningkatkan cadangan emas (Bank Sentral Uzbekistan) menjadi 399 ton. Pertumbuhan cadangan emas Uzbekistan cukup luar biasa, berada di angka 57% pada periode yang sama tahun 2020 dan meningkat menjadi 86% dari total cadangannya pada Januari 2026," ungkap WGC.
Kemudian ada Bank Negara Malaysia yang membeli 3 ton emas pada Januari 2026. Aksi beli tersebut menandai peningkatan pertama pada cadangan emas Malaysia sejak tahun 2018. Bank sentral tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi 42 ton, atau 5% dari total cadangannya pada akhir Januari 2026.
Bank sentral lain yang membeli emas pada bulan Januari termasuk Republik Ceko dan Indonesia masing-masing sebesar 2 ton, sementara Tiongkok dan Serbia masing-masing membeli 1 ton.
Baca Juga:
Aksi Jual Emas BerlanjutKorea Selatan juga muncul sebagai pembeli emas bulan lalu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Bank Sentral Korea (BOK) mengumumkan rencana untuk memasukkan ETF emas fisik yang terdaftar di luar negeri ke dalam portofolio cadangan devisa mulai kuartal pertama tahun 2026, menandai investasi terkait emas pertama sejak tahun 2013, beber Salim.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






