Minggu, 21 Juni 2026

Emas Terus Mengalir Deras ke Brankas Bank Sentral

Penulis : Natasha Khairunisa
4 Mar 2026 | 14:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)

JAKARTA, investor.id - Terjadi penurunan pada aksi beli emas oleh bank-bank sentral global di bulan Januari 2026. Meski demikian, sejumlah bank sentral melakukan pembelian pertamanya dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa basis permintaan untuk cadangan emas semakin meluas.

World Gold Council (WGC) mencatat bahwa pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral mencapai 5 ton pada Januari 2026.

“Momentum pembelian emas oleh bank sentral mereda di awal tahun, dibandingkan dengan rata-rata 12 bulan sebelumnya sebesar 27 ton,” ungkap Kepala Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim, dikutip dari Kitco News, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

WGC menyebut, harga emas dunia yang berfluktuasi dan musim liburan diperkirakan telah membuat beberapa bank sentral ragu untuk melakukan aksi beli.

Salim mencatat bahwa aktivitas pembelian emas oleh bank sentral terkonsentrasi di kawasan Asia dan Eropa Timur pada Januari 2026.

WGC merinci, Bank Sentral Uzbekistan membeli 9 ton emas pada bulan Januari, melanjutkan tren pembeliannya sejak Oktober 2025.

“Pembelian tersebut meningkatkan cadangan emas (Bank Sentral Uzbekistan) menjadi 399 ton. Pertumbuhan cadangan emas Uzbekistan cukup luar biasa, berada di angka 57% pada periode yang sama tahun 2020 dan meningkat menjadi 86% dari total cadangannya pada Januari 2026," ungkap WGC.

Kemudian ada Bank Negara Malaysia yang membeli 3 ton emas pada Januari 2026. Aksi beli tersebut menandai peningkatan pertama pada cadangan emas Malaysia sejak tahun 2018. Bank sentral tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi 42 ton, atau 5% dari total cadangannya pada akhir Januari 2026.

Bank sentral lain yang membeli emas pada bulan Januari termasuk Republik Ceko dan Indonesia masing-masing sebesar 2 ton, sementara Tiongkok dan Serbia masing-masing membeli 1 ton. 

Korea Selatan juga muncul sebagai pembeli emas bulan lalu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Bank Sentral Korea (BOK) mengumumkan rencana untuk memasukkan ETF emas fisik yang terdaftar di luar negeri ke dalam portofolio cadangan devisa mulai kuartal pertama tahun 2026, menandai investasi terkait emas pertama sejak tahun 2013, beber Salim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia