IHSG Berpotensi Menguat, 6 Saham Siap Bagi Cuan
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan, Senin (23/2/2026).
CGS International Sekuritas menjelaskan, menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring dibatalkannya kebijakan tarif impor berdasarkan IEEPA diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti timah, nikel, emas, batu bara dan tembaga berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Baca Juga:
Barisan Saham Penentu Nasib IHSG“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 8.175-8.080 dan resist 8.370-8.465,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Senin (23/2/2026).
Adapun pada perdagangan akhir pekan lalu indeks di bursa Wall Street kompak ditutup menguat setelah Mahkamah Agung Amerika membatalkan kebijakan tarif impor yang diluncurkan oleh Donald Trump.
Keputusan hakim diambil melalui pemungutan suara 6 berbanding 3. Menurut hakim kebijakan tarif impor sepihak dengan menggunakan International Emergency Economic Power Act (IEEPA) sebagai dasar dianggap ilegal sehingga batal demi hukum.
Setelah keputusan tersebut, Donald Trump akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% untuk semua mitra dagangnya. Adapun dasar hukum yang kini digunakan adalah Trade Act of 1974 pasal 122.
Pengenaan tarif berdasarkan undang-undang tersebut maksimal sebesar 15% dan hanya berlaku sampai dengan 150 hari. Jika ingin diperpanjang maka harus melalui persetujuan kongres.
Setelah dibatalkannya kebijakan tarif impor berdasarkan IEEPA, saham emiten yang diuntungkan oleh kebijakan tersebut seperti Amaxzon, Home Depot dan Five Below menguat masing-masing 2,56%, 0,97% dan 1,91%.
CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi saham BMRI, BBRI, AMMN, SMGR, ARCI dan EMAS untuk trading, Senin (23/2/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






