Siap-siap, Saham BBCA Tembus ke Sini
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menguat pada sesi I perdagangan Kamis (12/3/2026). Di sekitar pukul 10.21 WIB, BBCA di posisi Rp 6.975 atau plus 2,20%.
Sudah sebanyak 21,79 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 7.538 kali, dan nilai transaksi Rp 150,32 miliar.
Saham berkode BBCA menguat lantaran aksi borong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BCA membukukan net buy Rp 51,2 miliar.
Baca Juga:
Titik Masuk BBCA, Harga Bisa Naik TinggiSaham Bank Central Asia berbalik arah usai pada perdagangan Rabu (11/3/2026) memerah 2,15%. Investor asing membukukan net sell Rp 261,93 miliar.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan hari ini melihat resistance pertama BBCA di 7.000 dan resistance kedua 7.075.
Sedangkan level support pertama 6.825 dan support kedua 6.725.
Secara kinerja, BCA (BBCA) dinilai masih memiliki prospek yang solid di tengah dinamika suku bunga dan persaingan industri perbankan. Bank swasta terbesar di Indonesia ini bahkan berpotensi mencetak laba bersih yang tinggi pada 2026.
CGS International dalam risetnya mengungkapkan, BBCA bakal mampu mempertahankan kinerja yang stabil, meskipun terdapat tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM).
CGS International memproyeksikan pendapatan bunga bersih (net interest income) BBCA mencapai Rp 88,2 triliun pada 2026, naik 3% dibandingkan 2025. Laba bersih 2026 diperkirakan naik 5,7% menjadi Rp 60,8 triliun.
CGS juga menilai BBCA masih memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan.
Baca Juga:
ADRO Mau Buyback Saham Lagi Rp 4 TCGS mempertahankan rekomendasi add atau beli terhadap saham BBCA dengan target harga tinggi Rp 10.000. Jika mengacu harga saat ini, potensi kenaikan harga saham BBCA ke depan mencapai 46,5%.
Katalis re-rating BBCA adalah yield kredit dan permintaan kredit yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, perbaikan sentimen makro juga berpotensi mendorong re-rating BBCA.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






