Minggu, 21 Juni 2026

Siap-siap, Saham BBCA Tembus ke Sini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Mar 2026 | 10:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menguat pada sesi I perdagangan Kamis (12/3/2026). Di sekitar pukul 10.21 WIB, BBCA di posisi Rp 6.975 atau plus 2,20%.

Sudah sebanyak 21,79 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 7.538 kali, dan nilai transaksi Rp 150,32 miliar.

Saham berkode BBCA menguat lantaran aksi borong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BCA membukukan net buy Rp 51,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Saham Bank Central Asia berbalik arah usai pada perdagangan Rabu (11/3/2026) memerah 2,15%. Investor asing membukukan net sell Rp 261,93 miliar.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan hari ini melihat resistance pertama BBCA di 7.000 dan resistance kedua 7.075.

Sedangkan level support pertama 6.825 dan support kedua 6.725.

Secara kinerja, BCA (BBCA) dinilai masih memiliki prospek yang solid di tengah dinamika suku bunga dan persaingan industri perbankan. Bank swasta terbesar di Indonesia ini bahkan berpotensi mencetak laba bersih yang tinggi pada 2026.

CGS International dalam risetnya mengungkapkan, BBCA bakal mampu mempertahankan kinerja yang stabil, meskipun terdapat tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM).

CGS International memproyeksikan pendapatan bunga bersih (net interest income) BBCA mencapai Rp 88,2 triliun pada 2026, naik 3% dibandingkan 2025. Laba bersih 2026 diperkirakan naik 5,7% menjadi Rp 60,8 triliun.

CGS juga menilai BBCA masih memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan.

CGS mempertahankan rekomendasi add atau beli terhadap saham BBCA dengan target harga tinggi Rp 10.000. Jika mengacu harga saat ini, potensi kenaikan harga saham BBCA ke depan mencapai 46,5%.

Katalis re-rating BBCA adalah yield kredit dan permintaan kredit yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, perbaikan sentimen makro juga berpotensi mendorong re-rating BBCA.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia