Minggu, 5 April 2026

Siap-siap, Saham BBCA Tembus ke Sini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Mar 2026 | 10:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menguat pada sesi I perdagangan Kamis (12/3/2026). Di sekitar pukul 10.21 WIB, BBCA di posisi Rp 6.975 atau plus 2,20%.

Sudah sebanyak 21,79 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 7.538 kali, dan nilai transaksi Rp 150,32 miliar.

Saham berkode BBCA menguat lantaran aksi borong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BCA membukukan net buy Rp 51,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Saham Bank Central Asia berbalik arah usai pada perdagangan Rabu (11/3/2026) memerah 2,15%. Investor asing membukukan net sell Rp 261,93 miliar.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan hari ini melihat resistance pertama BBCA di 7.000 dan resistance kedua 7.075.

Sedangkan level support pertama 6.825 dan support kedua 6.725.

Secara kinerja, BCA (BBCA) dinilai masih memiliki prospek yang solid di tengah dinamika suku bunga dan persaingan industri perbankan. Bank swasta terbesar di Indonesia ini bahkan berpotensi mencetak laba bersih yang tinggi pada 2026.

CGS International dalam risetnya mengungkapkan, BBCA bakal mampu mempertahankan kinerja yang stabil, meskipun terdapat tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM).

CGS International memproyeksikan pendapatan bunga bersih (net interest income) BBCA mencapai Rp 88,2 triliun pada 2026, naik 3% dibandingkan 2025. Laba bersih 2026 diperkirakan naik 5,7% menjadi Rp 60,8 triliun.

CGS juga menilai BBCA masih memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan.

CGS mempertahankan rekomendasi add atau beli terhadap saham BBCA dengan target harga tinggi Rp 10.000. Jika mengacu harga saat ini, potensi kenaikan harga saham BBCA ke depan mencapai 46,5%.

Katalis re-rating BBCA adalah yield kredit dan permintaan kredit yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, perbaikan sentimen makro juga berpotensi mendorong re-rating BBCA.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia