Minggu, 5 April 2026

Merdeka Gold (EMAS) Tekor Besar

Penulis : Muawwan Daelami
12 Mar 2026 | 15:10 WIB
BAGIKAN
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) masih jauh panggang dari api. Sebagai emiten emas pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor semestinya paham belum banyak yang bisa diharapkan dari performa anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini.

Tengok saja, prospektus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) EMAS September tahun lalu. Di dokumen tersebut tertulis jelas bahwa mayoritas atau setara Rp3,88 triliun dana yang terkumpul dari penghimpunan dana di pasar modal dipakai perseroan untuk membayar pokok utang lebih awal kepada pemegang saham pengendalinya, MCG.

Sisanya, baru digunakan perseroan sebagai suntikan modal kerja yang terdiri dari US$20 juta atau setara Rp329,2 miliar disalurkan kepada anak usahanya, PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan Rp329,2 miliar lagi diberikan kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Modal kerja tersebut selanjutnya dimanfaatkan PBT dan PETS untuk memenuhi kegiatan operasional.

ADVERTISEMENT

Melihat dari postur penggunaan dana IPO tersebut saja terang bahwa prioritas EMAS adalah membayar utang menyusul posisi saldo pokok terutang perseroan kepada MCG yang telah mencapai US$260 juta atau ekuivalen Rp4,28 triliun per 10 September 2025.

Tak ayal, banyak mesin pendapatan EMAS yang pada akhirnya lambat panas hingga akhir tahun buku 2025. Mengingat, dana IPO yang lebih banyak digunakan untuk membayar utang alih-alih ekspansi bisnis. Ditambah lagi, sebelum IPO, perseroan juga sudah dalam keadaan merugi.

Per 31 Desember 2024, EMAS menderita kerugian bersih sebesar US$12,7 juta. Kemudian, per 31 Desember 2025, kerugian tersebut makin membesar menjadi US$27,5 juta. Musababnya, lantaran terbatasnya sumber pemasukan perseroan.

Bayangkan saja, hingga pengujung 2025, EMAS hanya memperoleh pendapatan usaha dari sewa alat berat. Itupun berasal dari pihak berelasi dan itupun angkanya menurun dari US$1,74 juta, menjadi US$131 ribu. PETS selaku pihak berelasi yang periode sebelumnya memberikan pemasukan US$1,74 juta kepada EMAS, tidak lagi memberikan pemasukan pada 2025.

Sepinya pendapatan otomatis beban pokok pendapatan yang ditanggung perseroan juga lebih kecil dari semula US$ 1,18 juta menjadi US$277 ribu, sehingga laba kotor setelah dipangkas beban pokok menyisakan US$145 ribu.

Di samping sumber pendapatan yang masih sangat terbatas, EMAS juga punya permasalahan inefisiensi dari beban operasional yang semakin menggunung. Per 31 Desember 2025, beban operasional/usaha perseroan tercatat menembus US$9,48 juta, membengkak 831% secara yoy dibandingkan tahun lalu sebesar US$1 juta.

Artinya, untuk menutupi beban usaha saja, Merdeka Gold sudah tekor US$9,35 juta atau 7.088% dibandingkan pendapatan yang masuk sebesar US$131,96 ribu. Atau dengan kata lain, beban usaha 71.9 kali lebih besar daripada pendapatan perusahaan.

Maka jangan heran, bilamana kerugian EMAS makin parah per 31 Desember 2025 yang diikuti dengan kerugian per saham dasar yang membengkak dari US$0.0009 per saham menjadi US$0.0019 per saham.

Secuil kabar baiknya, ekuitas perseroan kini lebih tebal dari US$273 juta menjadi US$380 juta dibarengi dengan kenaikan liabilitas menjadi US$359 juta ketimbang sebelumnya US$256 juta. Jumlah aset menguat dari US$529 juta, menjadi US$740 juta.


 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia