Harga CPO Melesat Lagi, Ditopang Sentimen B50 dan Lonjakan Harga Minyak
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melesat lagi pada Kamis (12/3/2026). Penguatan didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing, lonjakan harga minyak mentah, serta ekspektasi meningkatnya permintaan biodiesel setelah Indonesia mempercepat uji jalan campuran B50.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis (12/3/2026), kontrak berjangka CPO untuk Maret 2026 melonjak 40 Ringgit Malaysia menjadi 4.425 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 terkerek 40 Ringgit Malaysia menjadi 4.511 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Mei 2026 melejit 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.541 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 terkerek 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.536 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Juli 2026 melesat 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.514 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 melambung 40 Ringgit Malaysia menjadi 4.480 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari TradingView, seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan pergerakan harga CPO saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak mentah. Menurutnya, setiap lonjakan signifikan di pasar komoditas seperti Dalian, Chicago, maupun minyak mentah akan segera direspons oleh harga minyak sawit.
Ia juga menambahkan bahwa rencana Indonesia mempercepat implementasi biodiesel B50 turut memberikan sentimen positif bagi pasar.
Di pasar komoditas lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 1,46%, sementara kontrak minyak sawit Dalian melonjak 2,43%. Adapun minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,79%.
Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga Minyak Melonjak
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






