Amman (AMMN) Raup Laba Rp 4 T
JAKARTA, investor.id - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan kinerja keuangan tahun 2025 yang mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp‑up smelter.
Meski demikian, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar US$ 1,84 miliar, dengan kinerja yang menguat di paruh kedua, di mana kontribusi Q4 mencapai sekitar 70% dari penjualan setahun penuh seiring stabilnya operasi smelter tembaga dan precious metal refinery (PMR).
EBITDA mencapai US$ 1,05 miliar dengan margin sebesar 57%, sementara laba bersih tercatat sebesar US$ 258 juta dengan margin 14%. Capaian ini mencerminkan dampak transisi tahun ini, termasuk dimulainya penambangan Fase 8 dan tantangan ramp‑up smelter yang memberikan tekanan sementara terhadap margin.
Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 248,97 juta atau sekitar Rp 4,14 triliun.
“Sepanjang tahun, smelter kami mengalami penghentian sementara pada Juli dan Agustus 2025 untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Pekerjaan ini merupakan aktivitas yang kompleks dan krusial untuk memastikan keandalan peralatan dan stabilitas operasional. Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun,” sebut manajemen AMMN dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga:
Saham ANTM Anjlok Gara-gara IniSecara paralel, AMMN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025, yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp‑up smelter.
AMMN juga mencatat pencapaian penting di hilirisasi, termasuk produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025 dan produksi emas murni pertama pada Juli 2025. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan struktural dalam memperkuat nilai tambah di sepanjang rantai pasok.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






