Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Nasibnya Bakal Berakhir Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
26 Mar 2026 | 12:54 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber Freepick
ilustrasi harga emas, Sumber Freepick

JAKARTA, investor.id - Harga emas diperdagangkan mendekati US$ 4.500 per ons pada hari Kamis (26/3/2026), kesulitan untuk melanjutkan kenaikan dari dua sesi sebelumnya karena pernyataan yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai potensi pembicaraan perdamaian terus mengguncang pasar keuangan.

Dikutip dari Trading Economics, Kamis siang, Washington tetap menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung, dengan pemerintahan Trump dilaporkan mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran melalui Pakistan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, Iran mengatakan tidak berniat mengadakan pembicaraan dengan AS dan akan menolak tawaran gencatan senjata AS, dan malah menetapkan syaratnya sendiri, termasuk kendali kedaulatan atas jalur air strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

AS juga telah memerintahkan pengerahan ribuan pasukan ke Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan invasi darat.

“Emas menghadapi tekanan jual yang kuat bulan ini karena melonjaknya harga energi yang terkait dengan gangguan akibat perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pergeseran kebijakan yang lebih agresif di antara bank-bank sentral utama,” kata ulasan Trading Economics.

Sementara itu, Anton Kharitonov, pakar di Traders Union, melihat tekanan jual yang terus-menerus pada emas karena diperdagangkan di bawah MA-20 dan MA-50, sementara arus keluar ETF dan ketidakpastian makro yang didorong oleh suku bunga membebani sentimen.

Ia percaya bahwa dukungan jangka panjang tetap ada di atas MA-200, tetapi sinyal teknis dan volatilitas memperingatkan agar tidak mengambil posisi bullish yang kuat untuk saat ini.

Analis tersebut, dikutip dari Traders Union, mengidentifikasi US$ 4.400 sebagai support penting, dengan setiap penurunan di bawah level ini kemungkinan akan memicu risiko penurunan lebih lanjut.

"Sampai emas merebut kembali resistensi di US$ 4.761,29, pandangan taktis saya tetap defensif — saya tetap berhati-hati di tengah dominasi penjual dan volatilitas yang didorong oleh faktor makro,” katanya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia