Minggu, 21 Juni 2026

Ahli Terus Terang soal Arah Harga Emas

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Mar 2026 | 15:14 WIB
BAGIKAN
Harga emas. (Pluang/Istimewa)
Harga emas. (Pluang/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Harga emas naik di atas US$ 4.400 per ons pada hari Jumat (27/3/2026) setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.

Menurut ulasan Trading Economics itu karena Presiden Donald Trump menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang. Trump berjanji untuk tidak menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang terguncang oleh permusuhan selama hampir sebulan. Ia juga mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz minggu ini sebagai "hadiah" untuk AS.

Sementara itu, Iran menegaskan telah menolak rencana 15 poin AS untuk mengakhiri perang dan mengajukan syarat-syaratnya sendiri, termasuk pengakuan atas otoritas Teheran atas Hormuz.

ADVERTISEMENT

“Pada hari Kamis, harga emas turun hampir 3% di tengah keraguan yang terus berlanjut bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam waktu dekat,” kata Trading Economics dalam ulasannya dikutip Jumat (27/3/2026) siang.

Emas dan logam lainnya berada di bawah tekanan jual yang besar karena konflik Timur Tengah dan melonjaknya harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral utama dapat menaikkan suku bunga tahun ini.

Sementara itu, Anton Kharitonov, analis di Traders Union, melihat prospek teknis emas sebagai bearish mengingat posisinya di bawah rata-rata 20 hari dan 50 hari serta sinyal momentum yang lemah. Ia mencatat bahwa meskipun ada dukungan bank sentral dan volatilitas geopolitik baru-baru ini, sentimen tetap rapuh dan kemungkinan penurunan lebih lanjut tetap tinggi.

Para trader jangka pendek harus bersikap defensif karena konsolidasi di bawah $4.650 dapat menandakan lebih banyak aksi jual. "Kecuali emas segera kembali ke US$ 4.650, jalur yang paling mudah tetap menuju penurunan,” paparnya dikutip dari Traders Union.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia