Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Akhiri Reli ke Level Puncak? Pakar Bicara

Penulis : Natasha Khairunisa
2 Apr 2026 | 11:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Pasar emas terus membaik karena harga bertahan di atas US$ 4.500 per troy ons. Namun, seorang ahli strategi pasar mengingatkan investor bahwa puncak harga emas di US$ 5.600 per troy ons bisa mewakili level tertinggi dalam satu masa.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (2/4/2026) Analis Pasar Senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone menilai pasar emas menghadapi rintangan sulit akibat kenaikan spekulatif yang berlebihan di awal tahun.

“Pada akhir Februari, harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa dibandingkan dengan Indeks Komoditas Spot Bloomberg dan premi terbesar terhadap rata-rata pergerakan 60 bulan sejak 1980,” kata McGlone.

ADVERTISEMENT

“Kesimpulan kami adalah bahwa reli parabolik emas tahun 2025, yang menjadi tahun terbaik sejak 1979 merupakan pertanda bahwa (sentimen) perang di Iran dan puncak tahun 2026 mungkin mencerminkan seperti yang terjadi pada  tahun 1980-an. Puncak harga emas di tahun itu sekitar US$ 850 per troy ons, yang bertahan hingga 2008," paparnya.

Meskipun McGlone tidak terlalu optimis terhadap harga emas, ia juga mencatat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus menciptakan ketidakpastian yang signifikan.

Menurutnya, arah harga emas akan bergantung pada bagaimana konflik tersebut berkembang.

“Konflik yang berkepanjangan atau gencatan senjata dapat mempertahankan harga emas di atas US$ 5.000 per troy ons, tetapi tanda-tanda penyerahan ofensif Iran dan kondisi di Selat Hormuz dapat menekan penurunan harga menuju US$ 4.000,” bebernya.

McGlone menyebut, emas terus berjuang karena momentum spekulatif telah mengubah posisi logam mulia tersebut dari aset safe-haven menjadi aset berisiko. Ia menunjukkan bahwa volatilitas emas selama 180 hari lebih dari dua kali lipat volatilitas S&P 500 dan berada pada level kuartalan tertinggi sejak tahun 2006.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia