Harga Emas Akhiri Reli ke Level Puncak? Pakar Bicara
JAKARTA, investor.id - Pasar emas terus membaik karena harga bertahan di atas US$ 4.500 per troy ons. Namun, seorang ahli strategi pasar mengingatkan investor bahwa puncak harga emas di US$ 5.600 per troy ons bisa mewakili level tertinggi dalam satu masa.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (2/4/2026) Analis Pasar Senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone menilai pasar emas menghadapi rintangan sulit akibat kenaikan spekulatif yang berlebihan di awal tahun.
“Pada akhir Februari, harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa dibandingkan dengan Indeks Komoditas Spot Bloomberg dan premi terbesar terhadap rata-rata pergerakan 60 bulan sejak 1980,” kata McGlone.
“Kesimpulan kami adalah bahwa reli parabolik emas tahun 2025, yang menjadi tahun terbaik sejak 1979 merupakan pertanda bahwa (sentimen) perang di Iran dan puncak tahun 2026 mungkin mencerminkan seperti yang terjadi pada tahun 1980-an. Puncak harga emas di tahun itu sekitar US$ 850 per troy ons, yang bertahan hingga 2008," paparnya.
Meskipun McGlone tidak terlalu optimis terhadap harga emas, ia juga mencatat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus menciptakan ketidakpastian yang signifikan.
Menurutnya, arah harga emas akan bergantung pada bagaimana konflik tersebut berkembang.
“Konflik yang berkepanjangan atau gencatan senjata dapat mempertahankan harga emas di atas US$ 5.000 per troy ons, tetapi tanda-tanda penyerahan ofensif Iran dan kondisi di Selat Hormuz dapat menekan penurunan harga menuju US$ 4.000,” bebernya.
McGlone menyebut, emas terus berjuang karena momentum spekulatif telah mengubah posisi logam mulia tersebut dari aset safe-haven menjadi aset berisiko. Ia menunjukkan bahwa volatilitas emas selama 180 hari lebih dari dua kali lipat volatilitas S&P 500 dan berada pada level kuartalan tertinggi sejak tahun 2006.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






