Minggu, 21 Juni 2026

Ekonomi AS Ngegas, Harga Emas Tertekan

Penulis : Indah Handayani
4 Apr 2026 | 05:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id – Ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Sepanjang Maret 2026, penciptaan lapangan kerja jauh melampaui ekspektasi pasar, yang berpotensi menekan harga emas dalam jangka pendek.

Dikutip dari Kitco News, data Bureau of Labor Statistics yang dirilis Jumat (3/4/2026) menunjukkan, nonfarm payrolls atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian bertambah 178.000 pada Maret. Angka ini jauh di atas proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 65.000 pekerjaan.

Kenaikan lapangan kerja terutama terjadi di sektor kesehatan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja di pemerintahan federal masih mencatat penurunan.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,4% pada Februari. Capaian ini juga lebih baik dari ekspektasi pasar yang memperkirakan stagnan.

Meski demikian, pasar emas belum merespons data tersebut karena masih tutup selama libur panjang Paskah. Namun, sejumlah analis menilai data tenaga kerja yang solid ini akan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter netral, di tengah kekhawatiran inflasi global yang meningkat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas cenderung tertekan. Konflik di Iran memicu gangguan rantai pasok global, khususnya sektor energi, yang mendorong harga minyak menembus US$100 per barel. Kondisi ini memperbesar tekanan inflasi dan membuat banyak bank sentral menahan pelonggaran kebijakan moneternya.

Analis menilai, agar emas kembali diminati sebagai aset safe haven, pasar membutuhkan sinyal pelemahan ekonomi. Kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran stagflasi dan mendorong bank sentral memangkas suku bunga, meskipun inflasi masih tinggi.

Data Pasar Tenaga Kerja

Di sisi lain, laporan tenaga kerja juga menunjukkan kabar positif bagi bank sentral. Tekanan inflasi dari sisi upah tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Rata-rata upah per jam hanya naik 0,2% atau sekitar sembilan sen menjadi US$37,38 pada Maret, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,4% pada Februari. Angka ini juga di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3%.

Meski data utama menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, revisi data sebelumnya terbilang campuran. Data Januari direvisi naik menjadi 160.000 dari sebelumnya, sementara Februari justru direvisi turun tajam menjadi minus 133.000.

Chief Investment Officer Northlight Asset Management Chris Zaccarelli mengatakan, sebagian besar data tersebut dikumpulkan sebelum serangan militer bersama AS dan Israel ke Iran. Meski begitu, data ini tetap mencerminkan ketahanan ekonomi.

“Data ini membuat The Fed kemungkinan tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Namun di sisi lain, pasar tenaga kerja yang tetap kuat akan menopang konsumsi, yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 44 detik yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia