Harga Emas Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Tinggi Jadi Beban
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia masih tertekan pada perdagangan Senin (6/4/2026), dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi.
Harga emas hari ini terlihat melemah 0,56% ke level US$ 4.651,68 per ons troi.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, aliran dana global saat ini lebih banyak mengarah ke dolar AS dibandingkan emas. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, dolar dinilai masih menjadi aset safe haven utama, sehingga mengurangi daya tarik emas dalam jangka pendek.
“Dominasi dolar AS membuat ruang penguatan emas menjadi terbatas. Selama dolar AS masih dalam tren menguat, pergerakan emas cenderung tertekan,” ujarnya dalam riset, Senin (6/4/2026).
Selain itu, Kofit menambahkan, kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh The Fed turut menjadi faktor utama penekan harga emas. Dalam kondisi suku bunga tinggi, instrumen investasi berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.
Dari sisi teknikal, lanut Kofit, pergerakan emas juga menunjukkan sinyal pelemahan. Harga gagal melanjutkan tren kenaikan dan membentuk pola lower high, yang mengindikasikan adanya tekanan jual di pasar. Level resistance terlihat kuat menahan kenaikan, sementara area support kini tengah diuji.
Prediksi Harga Emas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






