Minggu, 21 Juni 2026

Emas Terus Diburu Bank Sentral

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Apr 2026 | 13:31 WIB
BAGIKAN
Emas. (Pluang/Istimewa)
Emas. (Pluang/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga emas di awal 2026, yang diikuti oleh peningkatan volatilitas dan koreksi terbesar dalam beberapa dekade, tampaknya tidak menghalangi upaya bank-bank sentral global untuk meningkatkan cadangan emas.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (9/4/2026), survei yang dilakukan oleh Central Banking Publications dan disponsori oleh HSBC mengamati minat investasi 101 bank sentral yang mengelola cadangan emas senilai lebih dari US$ 9,5 triliun.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa 72,6% bank sentral mengaku berinvestasi dalam bentuk emas, naik dari 69,4% responden tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Pada saat yang sama, 15 bank sentral atau 15,8% responden mengatakan telah membeli emas, dan tiga bank sentral lainnya mengaku ingin meningkatkan cadangan emas dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Sementara itu, hanya 8 bank sentral atau 8,4% yang mengatakan tidak tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk logam mulia.

Central Banking Publications mencatat, diversifikasi investasi ke emas terjadi karena bank sentral global memandang ketidakpastian geopolitik sebagai risiko ekonomi terbesar tahun ini. Menurut survei tersebut, 69,7% bank sentral mengatakan bahwa ketegangan geopolitik menjadi kekhawatiran utama mereka.

“Konflik geopolitik yang sedang berlangsung dan yang muncul merupakan risiko besar karena memengaruhi perdagangan, arus modal, harga komoditas, dan korelasi pasar keuangan,” kata seorang manajer cadangan aset di sebuah bank sentral di negara Timur Tengah.

Selain itu, survei garapan Central Banking Publications juga menyoroti bahwa risiko geopolitik menyebabkan diversifikasi portofolio. Namun, dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan dominan dengan 78% responden memperkirakan bahwa de-dolarisasi akan menjadi proses bertahap.

"Tetapi emas menjadi fokus, dengan 39% mempertimbangkan untuk meningkatkan kepemilikan dalam setahun mendatang. Harga dan volatilitas yang tinggi juga menyebabkan 37% berencana untuk lebih aktif dalam mengelola cadangan emas mereka,” kata Bernard Altschuler, Kepala Global Cakupan Bank Sentral di HSBC, dalam komentarnya terkait survei tersebut.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia