Minggu, 21 Juni 2026

Siap-siap Harga Emas Mengarah ke Level Ini

Penulis : Natasha Khairunisa
10 Apr 2026 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA, investor.id - Pasar mengaku tetap optimis terhadap pergerakan harga emas di zona hijau, meskimenghadapi beberapa koreksi jangka pendek karena harga minyak yang tinggi terus mendorong inflasi dan ekspektasi suku bunga.

Dikutip dari Kitco News, Jumat (10/4/2026) analis komoditas di State Street Investment Management, yang dipimpin oleh Aakash Doshi mengatakan bahwa mereka tetap optimistis harga emas memiliki peluang sebesar 50% untuk menyentuh kisaran US$ 4.750 dan US$ 5.500 per troy ons hingga akhir tahun.

Pada saat yang sama, perusahaan investasi tersebut jugah mengurangi ekspektasi optimistisnya dan mengantisipasi penurunan lebih lanjut pada harga emas.

ADVERTISEMENT

“Kami menurunkan optimisme dari 35% menjadi 30% bahwa harga emas dapat mencapai US$ 5.500 -US$ 6.250 per troy onsm" beber para analis di State Street.

"Tetapi kami memperkirakan harga emas di US$ 4.000 - US$4.100 per troy ons akan bertahan sebagai batas bawah pasar dan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) dapat diuji ulang hingga tahun 2027," kata para analis dalam laporan bulanan mereka.

Meskipun State Street tetap optimistis terhadap harga emas, mereka juga mencatat bahwa aksi jual bulan lalu dan konsolidasi saat ini tidak mengejutkan, mengingat bagaimana sentimen di pasar keuangan global telah bergeser menyusul pecahnya perang anatara AS-Israel dengan Iran.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, analis di State Street menyarankan investor untuk terus fokus pada tren pasar emas dalam jangka panjang, daripada ekspektasi suku bunga jangka pendek.

“Koreksi harga emas pada bulan Maret sebagian besar merupakan fungsi dari penyesuaian bunga The Fed dan imbal hasil riil yang tinggi, yang mendukung penguatan dolar AS. Ini mungkin bukan akibat dari runtuhnya permintaan emas global yang didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai mata uang dan alokasi untuk mata uang fiat alternatif," paparnya.

"Oleh karena itu, investor harus berhati-hati terhadap tekanan siklus (biaya peluang memegang emas telah meningkat sementara seiring dengan imbal hasil riil) terhadap dinamika struktural (yang, menurut pandangan kami, sebagian besar tetap positif untuk emas),” jelas mereka.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia