Minggu, 21 Juni 2026

Pakar Ungkap Arah Harga Emas Selanjutnya

Penulis : Natasha Khairunisa
15 Apr 2026 | 12:35 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)

JAKARTA, investor.id - Analis memprediksi harga emas dunia akan kembali mencatat kenaikan signifikan terutama apabila perang di Timur Tengah berakhir, sehingga investor memiliki posisi yang substansial untuk mempertimbangkan perluasan eksposur mereka.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (15/4/2026) analis komoditas di UBS, Giovanni Staunovo mengungkapkan bahwa harga emas masih memiliki peluang melanjutkan tren reli seiring dinamika harga komoditas global.

“Ketegangan yang berkelanjutan di Iran dan risiko di Selat Hormuz telah menambah tekanan kenaikan pada harga dan volatilitas komoditas, terutama minyak. Kami terus melihat potensi kenaikan untuk komoditas, didorong oleh fundamental dan ketidakseimbangan penawaran-permintaan di samping risiko geopolitik lebih lanjut," ungkap Giovanni Staunovo.

ADVERTISEMENT

"Mempertahankan alokasi untuk komoditas, dengan fokus pada manajemen aktif, dapat membantu investor melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan guncangan pasokan energi," ucapnya.

Ia mencatat, harga emas saat ini hanya sekitar 13% di bawah harga penutupan tertinggi sepanjang masa pada bulan Januari, dengan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi sejak peningkatan ketegangan yang membebani sentimen.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot tercatat ditutup melejit 2,14% menjadi US$ 4.841,85 per troy ons. Sementara emas berjangka melesat 2,03% ke level US$ 4.864,3 per troy ons.

"Komoditas secara luas telah naik sekitar 17% sejak awal tahun, berdasarkan indeks total pengembalian UBS CMCI Composite dalam dolar AS," katanya.

“Bagi investor yang memiliki ketertarikan pada emas, kami percaya alokasi yang moderat dapat meningkatkan diversifikasi dan melindungi dari risiko sistemik," sambung Giovanni.

Pada 16 Maret, analis komoditas di UBS memperkirakan bahwa sentimen kebijakan suku bunga, inflasi, dan permintaan yang kuat akan mendorong harga emas mencapai level US$ 6.200 per troy ons pada akhir 2026.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia