Pakar Ungkap Arah Harga Emas Selanjutnya
JAKARTA, investor.id - Analis memprediksi harga emas dunia akan kembali mencatat kenaikan signifikan terutama apabila perang di Timur Tengah berakhir, sehingga investor memiliki posisi yang substansial untuk mempertimbangkan perluasan eksposur mereka.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (15/4/2026) analis komoditas di UBS, Giovanni Staunovo mengungkapkan bahwa harga emas masih memiliki peluang melanjutkan tren reli seiring dinamika harga komoditas global.
“Ketegangan yang berkelanjutan di Iran dan risiko di Selat Hormuz telah menambah tekanan kenaikan pada harga dan volatilitas komoditas, terutama minyak. Kami terus melihat potensi kenaikan untuk komoditas, didorong oleh fundamental dan ketidakseimbangan penawaran-permintaan di samping risiko geopolitik lebih lanjut," ungkap Giovanni Staunovo.
"Mempertahankan alokasi untuk komoditas, dengan fokus pada manajemen aktif, dapat membantu investor melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan guncangan pasokan energi," ucapnya.
Ia mencatat, harga emas saat ini hanya sekitar 13% di bawah harga penutupan tertinggi sepanjang masa pada bulan Januari, dengan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi sejak peningkatan ketegangan yang membebani sentimen.
Baca Juga:
Harga Emas Bertahan di Atas US$ 4.800Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot tercatat ditutup melejit 2,14% menjadi US$ 4.841,85 per troy ons. Sementara emas berjangka melesat 2,03% ke level US$ 4.864,3 per troy ons.
"Komoditas secara luas telah naik sekitar 17% sejak awal tahun, berdasarkan indeks total pengembalian UBS CMCI Composite dalam dolar AS," katanya.
“Bagi investor yang memiliki ketertarikan pada emas, kami percaya alokasi yang moderat dapat meningkatkan diversifikasi dan melindungi dari risiko sistemik," sambung Giovanni.
Pada 16 Maret, analis komoditas di UBS memperkirakan bahwa sentimen kebijakan suku bunga, inflasi, dan permintaan yang kuat akan mendorong harga emas mencapai level US$ 6.200 per troy ons pada akhir 2026.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






