Minggu, 21 Juni 2026

BREN Diborong Sebelum Pengumuman MSCI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Apr 2026 | 08:38 WIB
BAGIKAN
Barito Renewables Energy (BREN). Ist
Barito Renewables Energy (BREN). Ist

JAKARTA, investor.id – Saham PT Barito Renewables Tbk (BREN) mengalami lompatan mendadak di akhir perdagangan Senin (20/4/2026) kemarin.

Sebelum ditutup, saham BREN sempat anjlok hingga 4,15%. Tapi saat penutupan pasar, saham emiten Prajogo Pangestu ini bangkit dan hanya minus 0,38% ke Rp 6.600.

Sebanyak 64,13 juta saham Barito Renewables Energy diperdagangkan, frekuensi 6.996 kali, dan nilai transaksi Rp 419,2 miliar.

Bangkitnya saham BREN dipicu pula oleh aksi borong investor asing. Di mana asing membukukan net buy di saham ini mencapai Rp 269,74 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy asing lainnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, pada Jumat (17/4/2026), saham BREN juga membukukan net buy asing Rp 34,65 miliar dan harga sahamnya loncat 4,74%.

Saham BREN diborong asing menjelang pengumuman MSCI pada 20 April malam waktu setempat atau sekitar pukul 03.00 WIB 21 April 2026.

BREN sendiri telah diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Dan BREN saat ini masih ada dalam indeks MSCI Global Standard.

Adapun MSCI mengumumkan pembaruan mengenai penilaian free float terhadap saham indonesia pukul 20.04 GMT 20 April.

MSCI mengakui pengumuman terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mengenai serangkaian reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

“Langkah-langkah yang diumumkan meliputi peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%; peningkatan granularitas klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham; pengenalan kerangka kerja konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC); dan peta jalan untuk peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15%,” sebut pengumuman MSCI tertanggal 20 April 2026.

MSCI sedang menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data dan ukuran baru dalam konteks penentuan free float dan penilaian investability yang lebih luas.

MSCI akan mempertahankan langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya yang saat ini berlaku untuk sekuritas Indonesia untuk Tinjauan Indeks Mei 2026:

- MSCI akan membekukan semua peningkatan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS);

- MSCI tidak akan menerapkan penambahan indeks pada MSCI Investable Market Indexes (IMI);

- MSCI tidak akan menerapkan migrasi ke atas di seluruh indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Selain itu, konsisten dengan perlakuan MSCI terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain:

- MSCI akan menghapus sekuritas (saham) yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC) yang baru;

- MSCI dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai.

MSCI tidak akan memasukkan data dari sumber dan pengungkapan baru ke dalam penilaian free float atau perhitungan indeksnya sampai tinjauan selesai dan umpan balik dari pelaku pasar telah diterima dan dinilai. Pendekatan ini dirancang untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investasi sekaligus memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru saja diumumkan.

MSCI akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia dan menyambut baik umpan balik dari pelaku pasar mengenai sumber data dan ukuran yang baru diperkenalkan, termasuk efektivitasnya untuk penentuan free float dan penilaian investability.

MSCI berharap untuk berkomunikasi lebih lanjut mengenai topik ini sebagai bagian dari Tinjauan Aksesibilitas Pasar yang dijadwalkan pada Juni 2026.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 19 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia