BREN Diborong Sebelum Pengumuman MSCI
JAKARTA, investor.id – Saham PT Barito Renewables Tbk (BREN) mengalami lompatan mendadak di akhir perdagangan Senin (20/4/2026) kemarin.
Sebelum ditutup, saham BREN sempat anjlok hingga 4,15%. Tapi saat penutupan pasar, saham emiten Prajogo Pangestu ini bangkit dan hanya minus 0,38% ke Rp 6.600.
Sebanyak 64,13 juta saham Barito Renewables Energy diperdagangkan, frekuensi 6.996 kali, dan nilai transaksi Rp 419,2 miliar.
Bangkitnya saham BREN dipicu pula oleh aksi borong investor asing. Di mana asing membukukan net buy di saham ini mencapai Rp 269,74 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy asing lainnya.
Baca Juga:
Suspensi Saham WBSA Dibuka BEISebelumnya, pada Jumat (17/4/2026), saham BREN juga membukukan net buy asing Rp 34,65 miliar dan harga sahamnya loncat 4,74%.
Saham BREN diborong asing menjelang pengumuman MSCI pada 20 April malam waktu setempat atau sekitar pukul 03.00 WIB 21 April 2026.
BREN sendiri telah diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Dan BREN saat ini masih ada dalam indeks MSCI Global Standard.
Adapun MSCI mengumumkan pembaruan mengenai penilaian free float terhadap saham indonesia pukul 20.04 GMT 20 April.
MSCI mengakui pengumuman terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mengenai serangkaian reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.
“Langkah-langkah yang diumumkan meliputi peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%; peningkatan granularitas klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham; pengenalan kerangka kerja konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC); dan peta jalan untuk peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15%,” sebut pengumuman MSCI tertanggal 20 April 2026.
MSCI sedang menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data dan ukuran baru dalam konteks penentuan free float dan penilaian investability yang lebih luas.
MSCI akan mempertahankan langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya yang saat ini berlaku untuk sekuritas Indonesia untuk Tinjauan Indeks Mei 2026:
- MSCI akan membekukan semua peningkatan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS);
- MSCI tidak akan menerapkan penambahan indeks pada MSCI Investable Market Indexes (IMI);
- MSCI tidak akan menerapkan migrasi ke atas di seluruh indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Selain itu, konsisten dengan perlakuan MSCI terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain:
- MSCI akan menghapus sekuritas (saham) yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC) yang baru;
- MSCI dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai.
MSCI tidak akan memasukkan data dari sumber dan pengungkapan baru ke dalam penilaian free float atau perhitungan indeksnya sampai tinjauan selesai dan umpan balik dari pelaku pasar telah diterima dan dinilai. Pendekatan ini dirancang untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investasi sekaligus memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru saja diumumkan.
MSCI akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia dan menyambut baik umpan balik dari pelaku pasar mengenai sumber data dan ukuran yang baru diperkenalkan, termasuk efektivitasnya untuk penentuan free float dan penilaian investability.
MSCI berharap untuk berkomunikasi lebih lanjut mengenai topik ini sebagai bagian dari Tinjauan Aksesibilitas Pasar yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






