Minggu, 21 Juni 2026

Setelah Pengumuman MSCI, Dua Saham Disebut-sebut

Penulis : M. Ghafur Fadillah
21 Apr 2026 | 10:07 WIB
BAGIKAN
MSCI. Ist
MSCI. Ist

JAKARTA, investor.id - Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin menyoroti pengumuman MSCI. Ia menilai hasil pengumuman tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa risiko reklassifikasi Indonesia ke frontier market semakin mengecil.

“Namun tekanan yang tersisa terkait potensi penghapusan saham berbasis HSC dan penyesuaian FIF masih dapat menekan beberapa saham terdampak serta sedikit menurunkan bobot Indonesia dalam indeks global,” ujarnya.

Wilbert menambahkan, Mirae Asset akan menerbitkan analisis mendalam mengenai estimasi dampak penyesuaian FIF terhadap inklusi indeks dan bobot konstituen.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, dua saham—PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk—berpeluang besar dihapus dari indeks MSCI seawal rebalancing Mei 2026 berdasarkan ketentuan HSC, meskipun MSCI belum memberikan tanggal pasti.

Sebelumnya, MSCI merilis pembaruan terhadap proses kajian penentuan free float dan tingkat investabilitas saham Indonesia. Evaluasi ini dilakukan setelah reformasi transparansi data kepemilikan yang diluncurkan oleh OJK, BEI, dan KSEI. Dalam dokumen tersebut, MSCI memastikan tengah menilai cakupan, konsistensi, serta efektivitas data baru, terutama penggunaan data kepemilikan di atas 1% sebagai dasar metodologi global.

Untuk Quarterly Index Review (QIR) Mei 2026, MSCI menegaskan masih mempertahankan perlakuan sementara terhadap saham Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penghentian penambahan konstituen baru pada indeks MSCI IMI, serta penghentian migrasi naik antar-segmen indeks.

Di sisi lain, MSCI menekankan bahwa mereka akan menerapkan perlakuan global yang konsisten terhadap saham yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk yang dikategorikan memiliki High Shareholding Concentration (HSC). Berdasarkan kebijakan tersebut, saham yang masuk kategori HSC berpotensi dihapus dari indeks. Selain itu, MSCI dapat menggunakan data kepemilikan terbaru untuk menyesuaikan estimasi free float.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia