Pasar Emas Mulai Dapat Momentum
JAKARTA, investor.id - Ekspor emas kembali mendapatkan momentum, setelah Swiss mencatat kenaikan ekspor hingga 30% secara bulanan pada Maret 2026.
Dikutip dari Mining.com, Rabu (22/4/2026), data bea cukai menunjukkan bahwa ekspor emas dari Swiss naik karena pengiriman ke Inggris melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2025.
Baca Juga:
Pasar Emas Lagi-lagi Kehabisan TenagaSwiss juga mencatat bahwa ekspor emas ke China, yang dikenal sebagai negara konsumen emas terbesar, meningkat sebesar 18%.
Pengiriman emas dari Swiss, pusat pemurnian dan transit emas batangan terbesar di dunia, ke Inggris naik menjadi 57,6 metrik ton pada Maret 2026 dari 19,8 ton pada bulan Februari, karena emas terus kembali dari AS setelah arus keluar tahun lalu.
Diketahui, Inggris dikenal sebagai pusat perdagangan emas over-the-counter terbesar di dunia.
Sementara itu, ekspor emas ke India, yang juga dikenal sebagai negara konsumen emas batangan terbesar di dunia, turun menjadi 3,1 ton pada bulan Maret 2026 dari 11,6 ton di tengah permintaan lokal yang lesu.
Diwartakan sebelumnya, permintaan emas di India, yang dikenal sebagai negara konsumen emas terbesar kedua di dunia, dilaporkan relatif rendah minggu ini, karena harga emas domestik yang tinggi menekan pembelian ritel menjelang perayaan festival Akshaya Tritiya.
“Permintaan ritel tidak meningkat meskipun festival Akshaya Tritiya semakin dekat. Biasanya, pembeli ritel memesan emas jauh-jauh hari, tetapi tahun ini mereka tidak terlalu tertarik karena harga yang lebih tinggi,” kata seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Bengaluru, India.
Baca Juga:
Ahli Bilang Harga Emas Bakal Balik ArahDilaporkan juga, sejumlah bank di India telah menghentikan pesanan impor emas dan perak dari pemasok luar negeri, dengan berton-ton logam tersebut tertahan di bea cukai karena belum ada perintah resmi pemerintah yang mengizinkan impor emas batangan.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






