Minggu, 21 Juni 2026

Mesin Turbo Emiten Hashim Djojohadikusumo, Saham Bisa Naik 87,5%

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Apr 2026 | 06:02 WIB
BAGIKAN
Hashim Djojohadikusumo (kanan). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Hashim Djojohadikusumo (kanan). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).

JAKARTA, investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge – emiten Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto – tetap berada di jalur yang tepat dan memiliki mesin pendorong pertumbuhan selanjutnya. Harga saham WIFI berpotensi naik hingga 87,5%.

WIFI mencatat kinerja operasional 2025 yang sesuai ekspektasi, dengan mencapai 2,5 juta home-pass (HP) dan 1,5 juta home-connect (HC). Hal itu mendukung pendapatan fiber to the home (FTTH) sebesar Rp 541 miliar, yang berkontribusi 32% terhadap total pendapatan WIFI.

Pendapatan WIFI dari iklan tumbuh 43% yoy, didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat di Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

“Pada kuartal IV-2025, terjadi lonjakan signifikan sebesar 316% qoq, yang sebagian besar dipengaruhi faktor musiman,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, dikutip pada Jumat (24/4/2026).

Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) FTTH dan backbone pada 2025 mencapai Rp 2,4 triliun. Ini menunjukkan rasio capex per HC sebesar Rp 1,1 juta untuk gabungan FTTH dan backbone.

“WIFI juga tengah melanjutkan ekspansi tambahan backbone di Sumatera sekitar 1.087 km, yang akan mendukung pengembangan FTTH ke depan,” sebut Kafi.

Selain itu, WIFI menargetkan jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) pada 2026 mencapai 3,2 juta – direvisi turun dari sebelumnya 5 juta – serta target FTTH sebesar 4 juta HP (+100% yoy) dan 2,3 juta HC (+93% yoy).

Untuk FWA, BRI Danareksa Sekuritas menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dengan menurunkan proyeksi pelanggan 2026 sebesar 5,3% menjadi 2,3 juta.

BRI Danareksa Sekuritas kemudian menaikkan proyeksi HP FTTH menjadi 3,5 juta dari sebelumnya 3,1 juta, dengan penambahan bersih tahunan tetap sebesar 1 juta.

Ekspansi WIFI tersebut mengindikasikan kebutuhan capex sebesar Rp 4,3 triliun pada 2026 dan Rp 3 triliun pada 2027, dengan arus kas bebas diperkirakan mulai positif pada 2028.

WIFI juga berencana melakukan pembiayaan ulang obligasi guna mendukung kebutuhan capex. “Kami memperkirakan rasio net debt/EBITDA sebesar 1,6 kali pada 2026 dan 0,6 kali pada 2027,” jelas Kafi.

Potensi Kenaikan Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia