Mesin Turbo Emiten Hashim Djojohadikusumo, Saham Bisa Naik 87,5%
JAKARTA, investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge – emiten Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto – tetap berada di jalur yang tepat dan memiliki mesin pendorong pertumbuhan selanjutnya. Harga saham WIFI berpotensi naik hingga 87,5%.
WIFI mencatat kinerja operasional 2025 yang sesuai ekspektasi, dengan mencapai 2,5 juta home-pass (HP) dan 1,5 juta home-connect (HC). Hal itu mendukung pendapatan fiber to the home (FTTH) sebesar Rp 541 miliar, yang berkontribusi 32% terhadap total pendapatan WIFI.
Pendapatan WIFI dari iklan tumbuh 43% yoy, didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat di Pulau Jawa.
“Pada kuartal IV-2025, terjadi lonjakan signifikan sebesar 316% qoq, yang sebagian besar dipengaruhi faktor musiman,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, dikutip pada Jumat (24/4/2026).
Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) FTTH dan backbone pada 2025 mencapai Rp 2,4 triliun. Ini menunjukkan rasio capex per HC sebesar Rp 1,1 juta untuk gabungan FTTH dan backbone.
Baca Juga:
Aksi Petrosea (PTRO) di Tolu Minerals“WIFI juga tengah melanjutkan ekspansi tambahan backbone di Sumatera sekitar 1.087 km, yang akan mendukung pengembangan FTTH ke depan,” sebut Kafi.
Selain itu, WIFI menargetkan jumlah pelanggan fixed wireless access (FWA) pada 2026 mencapai 3,2 juta – direvisi turun dari sebelumnya 5 juta – serta target FTTH sebesar 4 juta HP (+100% yoy) dan 2,3 juta HC (+93% yoy).
Untuk FWA, BRI Danareksa Sekuritas menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dengan menurunkan proyeksi pelanggan 2026 sebesar 5,3% menjadi 2,3 juta.
BRI Danareksa Sekuritas kemudian menaikkan proyeksi HP FTTH menjadi 3,5 juta dari sebelumnya 3,1 juta, dengan penambahan bersih tahunan tetap sebesar 1 juta.
Ekspansi WIFI tersebut mengindikasikan kebutuhan capex sebesar Rp 4,3 triliun pada 2026 dan Rp 3 triliun pada 2027, dengan arus kas bebas diperkirakan mulai positif pada 2028.
WIFI juga berencana melakukan pembiayaan ulang obligasi guna mendukung kebutuhan capex. “Kami memperkirakan rasio net debt/EBITDA sebesar 1,6 kali pada 2026 dan 0,6 kali pada 2027,” jelas Kafi.
Potensi Kenaikan Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






