Fase Krusial ADRO
JAKARTA, investor.id – Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memasuki fase krusial pada hari ini, Senin (27/4/2026) lantaran merupakan cum date dividen saham ADRO.
Cum dividen final saham ADRO di pasar reguler dan negosiasi pada 27 April 2026 dan ex dividen di pasar reguler serta pasar negosiasi 28 April.
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen ADRO di 29 April pukul 16.00 WIB. Lalu pembayaran dividen pada 8 Mei 2026.
Baca Juga:
Ramalan Nasib Saham BBRIADRO akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar US$ 197,5 juta, mengimplikasikan dividen final Rp 117 per saham dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di Rp 17.000, kata ulasan Stockbit Sekuritas baru-baru ini.
Pada perdagangan Jumat (24/4/2026) pekan lalu, saham ADRO diparkir stagnan di Rp 2.510. Sehingga potensi yield dividen finalnya sekitar 4,6%/
ADRO sebelumnya telah membagikan dividen interim Rp 145,14 per saham pada Januari 2026. Adapun total rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) ADRO tahun buku 2025 sekitar 100% dibandingkan tahun buku 2024 sebesar 36%.
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) diperkirakan mencetak pertumbuhan laba bersih yang kuat pada 2026, ditopang kenaikan harga batu bara.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, kinerja ADRO diprediksi pulih tahun ini. Pendapatan ADRO diperkirakan meningkat 31% menjadi US$ 2,45 miliar, dengan proyeksi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 13%.
Sejalan dengan itu, profitabilitas ADRO diproyeksikan meningkat, dengan laba bersih naik dari US$ 413 juta menjadi US$ 683 juta dalam periode yang sama. Ini bakal ditopang oleh ekspansi margin dan perbaikan operating leverage.
“Net profit margin juga diperkirakan membaik hingga mencapai 25,5% pada tahun 2028. Ini menegaskan kualitas pertumbuhan laba yang kuat dan berkelanjutan,” tulis Phintraco Sekuritas.
Phintraco mempertahankan rekomendasi buy saham ADRO dengan nilai wajar (fair value) naik menjadi Rp 3.600.
Harga wajar saham ADRO tersebut menggunakan metode penilaian sum of the parts (SOTP) berdasarkan nilai gabungan ADMR, AADI, dan portofolio hydro power senilai total US$ 5,9 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






