Minggu, 21 Juni 2026

Kabar Buruk bagi Emas, tapi Tak Perlu Terlalu Cemas

Penulis : Natasha Khairunisa
27 Apr 2026 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas.
Ilustrasi emas.

JAKARTA, investor.id - Pergerakan harga emas dunia terus stagnan di level US$ 4.700 per troy ons, karena sentimen ketidakpastian geopolitik terus menguntungkan dolar AS sebagai aset safe-haven.

Harga emas hari ini terpantau menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.704,3 per troy ons.

Bersamaan dengan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar gencatan senjata dan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah, para ahli mengatakan bahwa pasar emas dapat menguji kembali batas bawah yang lebih luas. Sebab harga minyak yang lebih tinggi juga memicu kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya memberi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga.

ADVERTISEMENT

“Karena kekhawatiran akan guncangan inflasi meningkat, bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menaikkannya di masa mendatang,” kata Lukman Otunuga, analis pasar senior di FXTM, dikutip dari Kitco News, Senin (27/4/2026).

“Realitas yang agresif ini merupakan kabar buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun sentimen risk-off," jelasnya.

Dari sisi teknis, harga emas sempat mencapai level di bawah rata-rata selama 100 hari terakhir di kisaran US$ 4.600-4.450 per troy ons.

Namun, menurut Otunuga, jika harga emas tetap berdiri di atas US$ 4.700, pasar optimis logam mulia masih berpeluang menuju US$ 4.870 dan US$ 4.900 per troy ons.

Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan bahwa meskipun harga emas tetap terjebak antara US$ 4.650 dan US$ 4.850 per troy ons, pasar tetap berada pada posisi untuk memanfaatkan fundamental jangka panjang yang solid.

“Ke depan, alasan mendasar untuk emas tetap utuh. Begitu ketegangan geopolitik seputar Iran mulai mereda, fokus investor kemungkinan akan kembali pada pendorong struktural yang mendukung reli emas baru-baru ini," ujarnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia