Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Tergelincir, Pasar Lagi Harap-harap Cemas

Penulis : Indah Handayani
28 Apr 2026 | 09:34 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.id Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Selasa (28/4/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan kejelasan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta arah kebijakan bank sentral global, terutama The Fed.

Harga emas hari ini terlihat turun tipis 0,1% ke level US$ 4.677,16 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah 0,06% menjadi US$ 4.690,66 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik, khususnya hubungan AS dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan titik terang. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah membahas proposal baru dari Iran bersama tim keamanan nasionalnya.

ADVERTISEMENT

Namun, proposal tersebut dinilai belum memadai karena tidak menyentuh isu program nuklir Iran.

Kondisi ini membuat konflik masih berada dalam kebuntuan, sekaligus menekan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dan menjaga ketidakpastian di pasar global.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada rangkaian pertemuan bank sentral utama dunia pekan ini. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.

Kebijakan Bank Sentral Global

Selain itu, keputusan kebijakan moneter dari Bank of Japan, European Central Bank, dan Bank of England juga akan menjadi perhatian pasar untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap prospek ekonomi global.

Survei Reuters menunjukkan bahwa para analis telah menaikkan proyeksi harga emas tahunan, didukung oleh permintaan kuat dari bank sentral dan ketidakpastian ekonomi global. Faktor ini dinilai mampu mengimbangi tekanan dari inflasi tinggi dan potensi kebijakan moneter yang tetap ketat.

Sementara itu, untuk logam mulia lainnya, harga perak juga turun 0,84% menjadi US$ 74,88 per ons dan paladium melemah 0,21%ke US$ 1.469,37 per ons. Sedangkan platinum malah menguat 0,41% ke US$ 1.994,28 per ons.

Di sisi makroekonomi, pasar juga menantikan sejumlah data penting, termasuk data kepercayaan konsumen AS serta keputusan suku bunga Jepang, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia