Harga Emas Tergelincir, Pasar Lagi Harap-harap Cemas
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Selasa (28/4/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan kejelasan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta arah kebijakan bank sentral global, terutama The Fed.
Harga emas hari ini terlihat turun tipis 0,1% ke level US$ 4.677,16 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah 0,06% menjadi US$ 4.690,66 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik, khususnya hubungan AS dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan titik terang. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah membahas proposal baru dari Iran bersama tim keamanan nasionalnya.
Namun, proposal tersebut dinilai belum memadai karena tidak menyentuh isu program nuklir Iran.
Kondisi ini membuat konflik masih berada dalam kebuntuan, sekaligus menekan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah dan menjaga ketidakpastian di pasar global.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada rangkaian pertemuan bank sentral utama dunia pekan ini. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.
Kebijakan Bank Sentral Global
Selain itu, keputusan kebijakan moneter dari Bank of Japan, European Central Bank, dan Bank of England juga akan menjadi perhatian pasar untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap prospek ekonomi global.
Survei Reuters menunjukkan bahwa para analis telah menaikkan proyeksi harga emas tahunan, didukung oleh permintaan kuat dari bank sentral dan ketidakpastian ekonomi global. Faktor ini dinilai mampu mengimbangi tekanan dari inflasi tinggi dan potensi kebijakan moneter yang tetap ketat.
Sementara itu, untuk logam mulia lainnya, harga perak juga turun 0,84% menjadi US$ 74,88 per ons dan paladium melemah 0,21%ke US$ 1.469,37 per ons. Sedangkan platinum malah menguat 0,41% ke US$ 1.994,28 per ons.
Di sisi makroekonomi, pasar juga menantikan sejumlah data penting, termasuk data kepercayaan konsumen AS serta keputusan suku bunga Jepang, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






