Minggu, 21 Juni 2026

Emiten Afiliasi Hermanto Tanoko Buka-bukaan soal Laba Ngacir 4.000%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Apr 2026 | 09:48 WIB
BAGIKAN
Hermanto Tanoko. (Foto: Istimewa)
Hermanto Tanoko. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – emiten terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) terus menunjukkan penguatan fundamental bisnisnya. Kinerja kuartal I- 2026 mencerminkan perkembangan yang baik, terutama dari sisi penjualan dan laba bersih.

Perseroan mencatat pendapatan sekitar Rp 334 miliar, naik 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 314 miliar. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya volume penjualan seiring bertambahnya kapasitas produksi.

“Selain itu, kondisi pasar yang lebih kondusif, didukung oleh kebijakan pemerintah yang semakin jelas dan stabil, turut mendorong peningkatan harga jual produk. Hal ini membuat pertumbuhan pendapatan menjadi lebih solid dan berkelanjutan,” jelas manajemen BLES dalam keterangan resmi dikutip Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dari sisi laba, peningkatannya jauh lebih signifikan. Laba bersih tercatat sebesar Rp 46,9 miliar, melonjak tajam lebih dari 4.000% dibandingkan Rp 1,1 miliar pada kuartal I-2025. Peningkatan ini tidak hanya didorong oleh pertumbuhan penjualan, tetapi juga oleh efisiensi penggunaan bahan baku yang berhasil menekan biaya pokok penjualan (HPP).

“Efisiensi tersebut merupakan hasil dari inisiatif research and development (R&D) yang dilakukan perseroan pada kuartal III dan IV tahun 2025, yang mulai memberikan dampak positif terhadap margin keuntungan di awal 2026,” terang manajemen BLES.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 2,005 triliun pada kuartal I-2026, menurun sekitar 1,64% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp 2,038 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya penyusutan aset, serta penambahan aset baru yang relatif terbatas pada periode tersebut.

Manajemen menyebut kuartal I-2026 sebagai awal fase pertumbuhan yang lebih cepat. Dengan kapasitas produksi yang telah mencapai sekitar 5,6 juta m3 per tahun, serta mulai beroperasinya pabrik ke-5 di Banjarnegara yang meningkatkan efisiensi dan output produksi, perseroan optimistis kinerja akan terus membaik sepanjang 2026.

“Ke depan, potensi pertumbuhan BLES dinilai semakin enarik, seiring dengan permintaan pasar bahan bangunan yang tetap kuat, dukungan ekspansi kapasitas, serta efisiensi operasional yang terus ditingkatkan. Kombinasi faktor ini memberikan ruang bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba secara berkelanjutan,” pungkas manajemen BLES.

Hermanto Tanoko menggenggam saham BLES melalui PT Tancorp Investama sebanyak 18,05%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 36 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia