Pemicu Saham ANTM Mendadak Anjlok
Pada 1Q26, penjualan bersih mencapai Rp 29,32 triliun, tumbuh 12% dibandingkan Rp 26,15 triliun pada 1Q25. Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp 28,31 triliun atau setara 97% dari total penjualan bersih. Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi untuk mem perkuat basis pelanggan dalam negeri, khususnya pada produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.
“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tambah Untung Budiharto.
Pada 1Q26, segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan. Penjualan emas tumbuh 11% menjadi Rp 23,89 triliun, dari Rp 21,61 triliun pada 1Q25. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas mencapai 8.464 kg (272.124 troy oz.).
Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.
Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15% atau Rp 4,47 triliun terhadap total penjualan pada 1Q26, meningkat 1 9% dari Rp 3,77 triliun pada 1Q25.
Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.
Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp 879,14 miliar, meningkat 24% dibandingkan Rp 708,75 miliar pada 1Q25.
Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt, naik 9% dari 544.750 wmt pada 1Q25.
Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) mencapai 49.566 ton, meningkat 13% dibandingkan 44.051 ton pada 1Q25. Dari sisi penjualan, volume tercatat sebesar 49.072 ton, tumbuh 11% dari 44.048 ton.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






