Minggu, 21 Juni 2026

Laba WIFI Ditaksir Melejit 93%, Saham Bakal Begini 

Penulis : Harso Kurniawan
28 Apr 2026 | 15:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatatkan kinerja keuangan tahun 2025 yang solid, dengan laba bersih melonjak 77% menjadi Rp409 miliar, sedangkan pendapatan 147% menjadi Rp1,66 triliun. Tren ini ditaksir berlanjut, sehingga berdampak positif terhadap saham WIFI yang masih diganjar target harga tinggi.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, WIFI juga mencatatkan pertumbuhan operasional kuat pada 2025. Jumlah home connect meningkat menjadi 1.5 juta pelanggan vs 185 ribu pada FY24, sejalan dengan ekspansi home passes menjadi 2,5 juta vs 220 ribu pada FY24.

“Ini mendorong take-up rate mencapai 60%. Peningkatan seiring dengan penetrasi jaringan yang semakin solid yang diikuti dengan monetisasi yang lebih optimal akibat permintaan yang lebih solid terhadap layanan fixed broadband,” tulis Phintraco, dikutip Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ke depan, manajemen WIFI menargetkan ekspansi home passes mencapai 4 juta vs estimasi Phintraco 3.2 juta dan home connect 2,3 juta vs Phintraco 1.9 juta). Manajemen juga memperkirakan take-up rate relatif terjaga pada level 60–65%, sehingga diharapkan dapat terus mendukung peningkatan utilisasi jaringan dan monetisasi secara berkelanjutan.

Kinerja 2026 dan Target Harga

Phintraco memprediksi pendapatan WIFI tahun 2026 mencapai Rp2,78 triliun naik 67,4% ditopang oleh segmen FWA yang diperkirakan mulai mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,19 triliun serta FTTH sebesar Rp696 miliar.

Margin EBITDA diproyeksikan relatif stabil di 70%, sejalan dengan pergeseran komposisi pendapatan yang semakin dominan ke segmen telekomunikasi karena margin yang lebih tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, laba bersih diperkirakan meningkat signifikan menjadi sekitar Rp792 miliar pada  2026.

Phintraco mempertahankan rekomendasi buy saham WIFI dengan target harga sedikit lebih rendah Rp4.400 dari Rp4.700, mengimplikasikan EV/ EBITDA 11,3 kali/7,8 kali tahun 2026 dan 2027. Saat ini, WIFI diperdagangkan EV/EBITDA 2026 5,9 kali, lantaran telah terkoreksi 30%, seiring tekanan makro.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia