Minggu, 21 Juni 2026

Emas Tertahan di Level Tinggi, Investor Pantau Sinyal The Fed

Penulis : Grace El Dora
29 Apr 2026 | 10:59 WIB
BAGIKAN
Barang-barang emas Dacia, sebuah helm berusia 2.500 tahun dan gelang tangan, yang dicuri dari sebuah museum di Belanda dan kemudian ditemukan kembali oleh pihak berwenang Belanda, dipresentasikan selama konferensi pers setelah dikembalikan, di Museum Sejarah Nasional Rumania, di Bukares, Rumania, Selasa (21/4/2026). (Foto: AP/ Andreea Alexandru)
Barang-barang emas Dacia, sebuah helm berusia 2.500 tahun dan gelang tangan, yang dicuri dari sebuah museum di Belanda dan kemudian ditemukan kembali oleh pihak berwenang Belanda, dipresentasikan selama konferensi pers setelah dikembalikan, di Museum Sejarah Nasional Rumania, di Bukares, Rumania, Selasa (21/4/2026). (Foto: AP/ Andreea Alexandru)

SINGAPURA, investor.id – Harga emas dunia bergerak stabil di tengah fluktuasi pasar pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Para investor kini bersikap waspada sembari menantikan pernyataan Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell guna mengukur dampak ekonomi akibat perang di Iran yang kian berkepanjangan.

Di pasar spot, harga emas naik tipis 0,1% ke level US$ 4.597,07 per ons pada pukul 02.43 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak awal April 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni stabil di posisi US$ 4.610,20 sebagaimana dikutip Reuters, Rabu.

Menanti Keputusan The Fed dan Tekanan Inflasi

Pasar memperkirakan Bank Sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam pertemuan kebijakan dua hari ini. Namun, sorotan utama tertuju pada kesiapan The Fed dalam melakukan intervensi jika kondisi ekonomi memburuk akibat konflik geopolitik.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent yang bertahan di atas US$ 110 per barel akibat blokade pelabuhan Iran oleh AS turut menambah tekanan. Tingginya harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memaksa suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama.

Kondisi ini yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Kebuntuan Diplomasi

Upaya perdamaian di Iran saat ini berada di titik buntu. Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap usulan terbaru dari Iran, sembari mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran tengah berada dalam kondisi kritis atau "ambang keruntuhan".

"Kami memperkirakan pergerakan harga emas akan rapuh dalam jangka pendek. Namun, secara struktural emas tetap berpotensi menguji rekor tertinggi baru seiring masih kuatnya faktor pendorong seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan," tulis Standard Chartered dalam laporannya.

Gejolak di pasar komoditas ini bermula dari pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada akhir Februari 2026. Konflik tersebut melumpuhkan jalur pengiriman energi di Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak mentah secara drastis, dan menciptakan ketidakpastian ekonomi global.

Di saat bersamaan, emas kembali menjadi aset aman (safe haven) bagi investor dunia di tengah ancaman inflasi tinggi dan hambatan perdagangan internasional yang timbul akibat sanksi serta blokade ekonomi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia