Minggu, 21 Juni 2026

Hitung-hitungan Laba GOTO hingga 2028, Saham Bisa Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
30 Apr 2026 | 06:06 WIB
BAGIKAN
GOTO. (Foto: GOTO)
GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya mencetak laba bersih pertamanya pada kuartal I-2026 dan laba tersebut diperkirakan terus membesar hingga 2028. Muncul target harga saham GOTO.

GOTO mencatatkan laba bersih pertamanya sebesar Rp 258 miliar pada kuartal I-2026 (1Q26). Perolehan laba tersebut setara 30% dan 37% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus tahun ini.

Adjusted EBITDA GOTO mencapai Rp 907 miliar, meningkat 35% qoq atau sekitar 30% dari estimasi kami,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kinerja GOTO yang kuat itu terutama didorong oleh GoTo Financial (GTF) yang merupakan segmen layanan keuangan GOTO. Portofolio pinjaman GTF meningkat 12,7% qoq menjadi Rp 9,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly transacting users/MTU) sebesar 5% qoq menjadi 27,5 juta, serta kontribusi awal dari pembiayaan merchant sekitar Rp 0,5 triliun.

Namun, segmen ODS (on-demand services) – layanan seperti transportasi dan pengantaran – turun secara kuartalan, baik pada nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) maupun pendapatan. Penurunan sebagian besar dipengaruhi faktor musiman.

“Pertumbuhan GTV yang hanya 4% yoy juga menunjukkan tantangan dalam memperluas pasar massal,” jelas Kafi.

Meski demikian, GOTO tetap menunjukkan daya tarik kuat di segmen pelanggan kelas atas. Itu tercermin dari peningkatan margin, dengan margin adjusted EBITDA ODS naik 35 bps (basis poin) qoq menjadi 2,7%.

GOTO mempertahankan panduan 2026 untuk adjusted EBITDA grup di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun, meskipun kinerja 1Q26 solid. Bandingkan dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas yang sebesar Rp 3 triliun.

“Ini mencerminkan sikap hati-hati terhadap ketidakpastian makro, terutama terkait harga bahan bakar dan daya beli masyarakat,” sebut Kafi.

Manajemen GOTO, menurut dia, juga mengindikasikan potensi penyesuaian biaya kepada pelanggan jika kondisi makro memburuk, dengan fokus utama pada segmen pelanggan kelas atas.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan laba bersih GOTO sepanjang tahun ini sebesar Rp 858 miliar. Laba kemudian diperkirakan meningkat menjadi Rp 1,64 triliun pada 2027.

Selanjutnya, pada 2028, laba bersih GOTO ditaksir bisa mencapai Rp 2,2 triliun.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia