Minggu, 21 Juni 2026

Saham Rp 500-an, Omzet Triliunan, Rasio P/S-nya hanya 0,25 Kali

Penulis : M. Ghafur Fadillah
30 Apr 2026 | 07:48 WIB
BAGIKAN
MTDL. Ist
MTDL. Ist

JAKARTA, investor.id – Emiten distribusi dan solusi teknologi informasi terbesar di Indonesia, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat pendapatan alias omzet Rp 6,7 triliun, tumbuh 21,4% year-on-year (yoy), serta laba bersih Rp 158,9 miliar dari kombinasi dua lini bisnis utama: Distribusi TIK serta Layanan Solusi dan Konsultasi.

Adapun saham MTDL diparkir di Rp 575 pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mengacu data Stockbit Sekuritas, rasio price to sales (P/S) MTDL hanya 0,25 kali (TTM),

Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja lonjakan kinerja ditopan oleh unit bisnis distribusi segmen telekomunikasi terutama smartphone menunjukkan performa paling kuat, mencatat pertumbuhan hingga 45,5% yoy pada tiga bulan pertama 2026. Peningkatan permintaan dari dealer, di tengah ketatnya pasokan dan kenaikan harga perangkat, turut mengangkat kinerja distribusi.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer di tengah keterbatasan ketersediaan produk dan kenaikan harga notebook serta smartphone membuat unit bisnis Distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan utama Perseroan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Lebih lanjut, Unit bisnis Solusi dan Konsultasi Digital mencatat pertumbuhan pendapatan 7,2% yoy. Lini usaha ini mendapatkan dukungan signifikan dari peningkatan permintaan layanan di industri jasa keuangan dan telekomunikasi, yang masing-masing tumbuh 10,9% dan 8,8% yoy.

Kinerja kuat pilar solusi digital MTDL, terutama cloud, managed services, dan digital business platform, mendorong kontribusi pendapatan berulang (recurring income) menjadi 60,5% dari total pendapatan unit Solusi dan Konsultasi—setara pertumbuhan 39,5% yoy. Kenaikan ini menegaskan stabilitas arus pendapatan dan ketergantungan yang lebih rendah terhadap proyek bersifat satu kali.

Meski mencatat hasil memuaskan, manajemen menilai industri TIK masih menghadapi tantangan signifikan. Risiko geopolitik global, keterbatasan rantai pasok, dan visibilitas permintaan yang rendah menjadi faktor utama yang harus diwaspadai.

“Meningkatnya risiko geopolitik, keterbatasan rantai pasok, ketidakpastian harga, serta visibilitas permintaan yang terbatas menjadi tantangan nyata di depan mata. Menghadapi kondisi tersebut, MTDL memilih untuk menjaga pangsa pasar serta memanfaatkan model bisnis, produk, dan solusi yang terdiversifikasi untuk mempertahankan pertumbuhan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Susanto.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 31 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia