Saham Rp 500-an, Omzet Triliunan, Rasio P/S-nya hanya 0,25 Kali
JAKARTA, investor.id – Emiten distribusi dan solusi teknologi informasi terbesar di Indonesia, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat pendapatan alias omzet Rp 6,7 triliun, tumbuh 21,4% year-on-year (yoy), serta laba bersih Rp 158,9 miliar dari kombinasi dua lini bisnis utama: Distribusi TIK serta Layanan Solusi dan Konsultasi.
Adapun saham MTDL diparkir di Rp 575 pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mengacu data Stockbit Sekuritas, rasio price to sales (P/S) MTDL hanya 0,25 kali (TTM),
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja lonjakan kinerja ditopan oleh unit bisnis distribusi segmen telekomunikasi terutama smartphone menunjukkan performa paling kuat, mencatat pertumbuhan hingga 45,5% yoy pada tiga bulan pertama 2026. Peningkatan permintaan dari dealer, di tengah ketatnya pasokan dan kenaikan harga perangkat, turut mengangkat kinerja distribusi.
Baca Juga:
DEWA Labanya Naik“Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer di tengah keterbatasan ketersediaan produk dan kenaikan harga notebook serta smartphone membuat unit bisnis Distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan utama Perseroan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Lebih lanjut, Unit bisnis Solusi dan Konsultasi Digital mencatat pertumbuhan pendapatan 7,2% yoy. Lini usaha ini mendapatkan dukungan signifikan dari peningkatan permintaan layanan di industri jasa keuangan dan telekomunikasi, yang masing-masing tumbuh 10,9% dan 8,8% yoy.
Kinerja kuat pilar solusi digital MTDL, terutama cloud, managed services, dan digital business platform, mendorong kontribusi pendapatan berulang (recurring income) menjadi 60,5% dari total pendapatan unit Solusi dan Konsultasi—setara pertumbuhan 39,5% yoy. Kenaikan ini menegaskan stabilitas arus pendapatan dan ketergantungan yang lebih rendah terhadap proyek bersifat satu kali.
Meski mencatat hasil memuaskan, manajemen menilai industri TIK masih menghadapi tantangan signifikan. Risiko geopolitik global, keterbatasan rantai pasok, dan visibilitas permintaan yang rendah menjadi faktor utama yang harus diwaspadai.
“Meningkatnya risiko geopolitik, keterbatasan rantai pasok, ketidakpastian harga, serta visibilitas permintaan yang terbatas menjadi tantangan nyata di depan mata. Menghadapi kondisi tersebut, MTDL memilih untuk menjaga pangsa pasar serta memanfaatkan model bisnis, produk, dan solusi yang terdiversifikasi untuk mempertahankan pertumbuhan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Susanto.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



