Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Bangkit Meski Terganjal Kekhawatiran Inflasi Global

Penulis : Grace El Dora
30 Apr 2026 | 12:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Foto: Ist/JustMarkets)
Ilustrasi harga emas. (Foto: Ist/JustMarkets)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia berhasil berbalik arah (rebound) pada perdagangan Kamis (30/4/2026), setelah sempat terperosok ke level terendah dalam satu bulan terakhir. Meski menunjukkan pemulihan, penguatan emas masih dibayangi oleh tingginya harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan.

Berdasarkan data pasar pada pukul 02:29 GMT, harga emas di pasar spot naik 0,7% ke level US$ 4.573,09 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga menguat 0,5% menjadi US$ 4.585,10 per ons.

Analis pasar utama dari KCM Trade Tim Waterer menilai, penguatan tipis ini didorong oleh para pelaku pasar yang melihat harga emas saat ini sudah cukup murah untuk dibeli kembali.

"Emas menawarkan proposisi nilai bagi para pedagang di level saat ini. Jadi, aksi beli saat harga turun (buy on dip) memainkan peran penting dalam upaya pemulihan emas hari ini," ujar Waterer sebagaimana dikutip Reuters, Kamis.

ADVERTISEMENT

Namun, ia memperingatkan bahwa potensi kenaikan jangka pendek masih tertahan. "Harga minyak yang kuat membawa risiko inflasi baru, yang pada gilirannya menekan prospek kenaikan emas lebih lanjut," tambahnya.

Tekanan dari Sektor Energi dan Kebijakan Fed

Harga minyak mentah jenis Brent saat ini tertahan di atas US$ 120 per barel. Hal ini dipicu oleh kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak jangka panjang dari Timur Tengah.

Kondisi ini menempatkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/ The Fed) dalam posisi sulit. Pada pertemuan Rabu (29/4/2026), The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap, namun muncul perpecahan internal yang cukup tajam.

Sebanyak tiga pejabat menyatakan keberatan dan tidak lagi mendukung sinyal penurunan suku bunga karena risiko inflasi yang meningkat.

Pasar kini bereaksi dengan menghapus ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini. Bahkan, para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 30% untuk kenaikan suku bunga pada Maret 2027 mendatang.

Ketegangan AS-Iran Berlanjut

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan minyak untuk memitigasi dampak dari rencana blokade pelabuhan Iran yang kemungkinan akan berlangsung selama berbulan-bulan. Trump mendesak pemerintah Iran untuk segera menandatangani kesepakatan baru demi stabilitas global.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Perak di pasar spot naik 1,6% menjadi US$ 72,63 per ons, platinum menguat 1,8% ke US$ 1.913,86, dan paladium naik tipis 0,4% di level US$ 1.465,14 per ons.

Emas secara tradisional dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven) utama di saat inflasi tinggi atau terjadi ketidakpastian geopolitik. Namun, nilai emas memiliki hubungan yang kompleks dengan suku bunga. Karena emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga (non-yielding asset), kenaikan suku bunga biasanya akan membuat emas kurang menarik dibandingkan aset lain seperti obligasi atau deposito.

Situasi pada 2026 ini menjadi unik karena emas menghadapi dua kekuatan yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, ketegangan militer dan blokade energi di Timur Tengah mendorong permintaan emas sebagai perlindungan risiko. Di sisi lain, ancaman inflasi yang dipicu oleh harga minyak memaksa Bank Sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, yang secara historis menjadi penghambat utama bagi reli harga emas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia