Fokus KRAS setelah Balikkan Rugi Jadi Laba
JAKARTA, Investor.id – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) atau KS optimistis menjaga momentum pertumbuhan kuat tahun 2025. Fokus perseroan ke depan adalah terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekaligus memperkokoh posisi industri baja Indonesia di pasar internasional.
Tahun 2025, KS mencetak laba Rp5,7 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya rugi Rp2,4 triliun. Perseroan mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan usaha sebesar US$959,8 juta dan volume penjualan baja 0,94 juta ton, mencerminkan penguatan fundamental bisnis di tengah dinamika industri.
Direktur Utama KS Akbar Djohan menegaskan, laporan keuangan tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa fundamental perusahaan kini jauh lebih tangguh. Visi KRAS Reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha perseroan.
“Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif,” kata Akbar, yang juga menjabat sebagai chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) KS, dikutip Jumat (1/5/2026).
Hingga akhir 2025, dia menegaskan, KS mencatatkan total aset sebesar US$ 2,7 miliar dengan posisi ekuitas menguat menjadi US$725,5 juta. Penyehatan finansial ini tidak lepas dari dukungan strategis pemegang saham melalui Danantara, termasuk pinjaman [emegang saham (PPS) dan kesepakatan restrukturisasi lanjutan yang memperkuat likuiditas serta efisiensi operasional perusahaan.
Baca Juga:
Laba Emiten Panas BumiSelain mencetak keuntungan, dia menegaskan, KS terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung pembangunan nasional (Asta Cita). Perseroan secara aktif menyuplai kebutuhan baja untuk proyek energi, infrastruktur strategis, hingga memberikan dukungan nyata pada program makan bergizi gratis (MBG) dan aksi tanggap bencana.
Di sisi tanggung jawab sosial, program UMKM binaan Krakatau Steel menunjukkan pertumbuhan positif. Aset neto program UMK tercatat meningkat 8% menjadi Rp35,59 miliar, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan pengembalian pinjaman dan jasa administrasi mitra binaan.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






