Minggu, 21 Juni 2026

Skenario Harga Emas Antam (ANTM) Sepekan ke Depan

Penulis : Erta Darwati
3 Mei 2026 | 16:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas Antam (ANTM) 
Sumber: Antara
ilustrasi harga emas Antam (ANTM) Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi bergerak di kisaran Rp 2.750.000 hingga Rp 2.900.000 dalam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas Antam (ANTM) pada Sabtu ditutup di level Rp 2.796.000.

“Jika turun, support pertama di Rp 2.786.000. Support kedua di Rp 2.750.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Menurut Ibrahim, jika harga emas Antam naik maka resistance pertama di Rp 2.866.000 pada Senin depan. Kemudian, untuk sepekan ke depan hingga Sabtu, resistance kedua di level Rp 2.900.000.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia maupun logam mulia, terutama karena adanya faktor dari geopolitik. 

Kemudian faktor yang kedua karena perpolitikan di Amerika Serikat (AS). Ketiga, karena perang dagang, yang keempat adalah kebijakan bank sentral global, dan yang kelima adalah supply and demand.

Ibrahim menjelaskan, permasalahan di Timur Tengah semakin menjadi-jadi, dan kemungkinan besar akan terjadi perang panjang.

Kemudian Trump juga sudah mempersiapkan untuk misil-misil supersonik, yang artinya perang kemungkinan besar akan terjadi.

“Perang yang terjadi nanti antara AS dengan Iran, akan membuat harga emas dunia terbang,” ucap Ibrahim.

Menurutnya, harga emas dunia kali ini terkoreksi karena masih terjadi perang di mana melakukan blokade-blokade Iran di Selat Hormuz, kemudian Amerika di Laut Oman. 

Kemudian tentang perpolitikan di AS, perang yang dilakukan oleh Trump terhadap Iran sedang menunggu proposal yang sudah ada di Kongres, sampai saat ini pun juga masih digodok.

Terkait perang dagang, menurut Ibrahim, Amerika akan menerapkan perang dagang dengan mitra bisnisnya baik dengan Eropa, dengan China, kemudian dengan Rusia. Ini tinggal menunggu waktu saja. 

Meski rupanya di awal-awal Mei ini AS sudah menerapkan biaya impor 25% untuk otomotif atau mobil dari Eropa.

Ada kemungkinan besar Bank Sentral Global dalam pertemuan di bulan depan akan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga ini yang akan membuat harga emas berguguran.

Untuk supply and demand, Ibrahim melihat bahwa kondisi harga logam mulia yang terus mengalami penurunan, ini kesempatan terbaik, bukan saja bagi Bank Sentral Global, bagi investor besar, pengusaha maupun masyarakat untuk kembali mengoleksi logam mulia dengan harga yang relatif lebih murah.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia