Minggu, 21 Juni 2026

PAM Mineral (NICL) Ketok 75% Laba untuk Dividen

Penulis : M. Ghafur Fadillah
4 Mei 2026 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT PAM Mineral Tbk (NICL) Ruddy Tjanaka bersama jajaran direksi perseroan pada agenda paparan publik. Foto/NICL
Direktur Utama PT PAM Mineral Tbk (NICL) Ruddy Tjanaka bersama jajaran direksi perseroan pada agenda paparan publik. Foto/NICL

JAKARTA, investor.id - PT PAM Mineral Tbk (NICL) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp63,81 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 yang digelar Senin (4/5/2026). Kebijakan dividen tersebut mencerminkan penguatan kinerja keuangan NICL di tengah tekanan harga nikel global.

Direktur Utama NICL Ruddy Tjanaka menyampaikan bahwa perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp345,14 miliar pada 2025, tumbuh sebesar 8,27% atau naik setara Rp26,38 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Kendati harga nikel global sedang mengalami tren penurunan, Ruddy menegaskan, kinerja NICL tetap bertumbuh berkat volume penjualan yang meningkat hingga 13% menjadi 307.000 ton. Volume penjualan tersebut berasal dari kontribusi perseroan dan entitas anak usaha.

ADVERTISEMENT

“Kinerja ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kesinambungan operasional, meningkatkan daya saing, serta mempertahankan kinerja operasional dan keuangan yang sehat,” ujar Ruddy dalam paparan publik selepas RUPST secara virtual, Senin (4/5/2026).

Sesuai hasil RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025 sebesar Rp85,09 miliar dialokasikan untuk dua pos utama. Pertama, sebesar Rp63,81 miliar atau setara 75% dari saldo laba diketok sebagai dividen tunai, sehingga pemegang saham NICL akan menerima dividen tunai sebesar Rp6 per saham.

Sedangkan pos yang kedua, saldo laba ditahan sebesar Rp21,27 miliar diputuskan pemegang saham sebagai tambahan modal kerja untuk memperkuat struktur keuangan NICL. Hasil RUPST tersebut sekaligus menempatkan perseroan sebagai emiten yang konsisten membayarkan dividen kepada para pemegang saham.

Tercatat, pada tahun buku 2024, emiten nikel bersandi sahan NICL tersebut juga menyetorkan dividen sebesar Rp127,62 miliar atau Rp 12 per saham, setara 60,83% dari saldo laba tahun tersebut.

Ruddy menyatakan, perihal pembagian dividen, NICL sejak awal memang berkomitmen membagikan dividen mulai dari dividen interim sampai tahunan demi menjaga dukungan kepada perseroan.

Di luar kebijakan dividen, NICL juga terus menjaga arah pertumbuhan dengan mempertahankan target produksi nikel tahun 2025 sebesar 2,6 juta Wet Metric Ton (WMT). Hingga akhir tahun, realisasi produksi mencapai 2,56 juta WMT dengan penjualan kumulatif 10,23 juta WMT.

Optimalisasi operasional dan manajemen sumber daya menjadi fokus utama perseroan dalam menghadapi volatilitas harga komoditas. Strategi ini diharapkan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat daya saing pada tahun berjalan.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia