Minggu, 21 Juni 2026

3 Isu Panas terkait Review MSCI dan FTSE

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Jun 2026 | 19:04 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – MSCI dan FTSE bukan sedang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan kualitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. Setidaknya ada 3 isu utama yang mencuat.

Dengan jumlah penduduk 280 juta jiwa, banyak investor asing masih percaya Indonesia bisa tumbuh 5%. Tetapi, pertanyaannya apakah pasar Indonesia masih memenuhi standar yang mereka harapkan untuk menempatkan modal dalam jangka panjang?

Walaupun begitu, pelaku pasar saat ini sudah mulai mengantisipasi hasil review MSCI dan FTSE Russell, terutama investor institusi dan investor asing.

ADVERTISEMENT

“Menurut kami, sebagian kekhawatiran tersebut sudah tercermin dalam arus keluar dana asing yang mencapai hampir Rp 80 triliun sepanjang tahun berjalan ini,” ungkap Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Namun, kata dia, pasar kini lebih fokus pada kemungkinan perubahan persepsi terhadap Indonesia dibandingkan perubahan teknis indeks itu sendiri.

“Tak ayal, kami juga curiga bahwa front running smart money ketika valuasi saham sedang murah-murahnya seperti saat ini, telah terjadi secara diam-diam, walau tanpa bendera asing,” tutur dia.

Lebih lanjut, Liza mengungkapkan bahwa investor bukan sekadar menunggu apakah Indonesia tetap masuk status emerging market atau tidak, tapi apakah MSCI dan FTSE memberikan catatan tambahan terkait aksesibilitas pasar, kepastian regulasi, perlindungan investor, serta independensi mekanisme pasar.

“Karena itu, review tahun ini memiliki bobot psikologis yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Setidaknya terdapat tiga isu utama yang paling berisiko menjadi catatan MSCI dan FTSE terhadap pasar modal Indonesia.

Pertama, market accessibility dan ease of investing. Investor asing sangat memperhatikan kemudahan keluar-masuk pasar, proses transaksi, settlement, short selling, securities lending, hingga efisiensi operasional pasar.

Kedua, predictability of policy atau kepastian kebijakan. Investor global umumnya dapat menerima perubahan kebijakan, tetapi mereka sangat sensitif terhadap kebijakan yang muncul mendadak, minim konsultasi pasar, atau berpotensi mengubah mekanisme pasar secara signifikan.

Ketiga, governance dan market confidence. Dalam beberapa bulan terakhir, muncul berbagai diskusi mengenai peran negara yang makin besar di pasar keuangan, termasuk melalui berbagai inisiatif kebijakan dan lembaga investasi strategis.

“Bagi investor asing, yang terpenting bukan siapa pelakunya, melainkan apakah mekanisme pasar tetap transparan, kompetitif, dan dapat diprediksi,” kata Liza.

Karena itu, menurut dia, risiko terbesar bukan berasal dari kondisi ekonomi makro, melainkan persepsi terhadap kualitas institusi dan kepastian aturan main.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia