CHEK Siapkan Buyback Saham
JAKARTA, investor.id – Di tengah mulai pulihnya sentimen pasar saham domestik, PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 15 miliar. Aksi korporasi tersebut menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap prospek bisnis sekaligus upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah fluktuasi pasar.
Aksi ini terungkap dalam keterbukaan informasi perseroan belum lama ini, dimana perseroan mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp15 miliar, termasuk biaya transaksi. Jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai sebanyak-banyaknya 80 juta saham atau setara 1,94% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Pelaksanaan buyback dilakukan dengan memanfaatkan kondisi pasar yang masih berfluktuasi, sekaligus mencerminkan keyakinan Perseroan terhadap fundamental dan prospek usaha jangka panjang.
“Perseroan memiliki kondisi likuiditas yang memadai untuk melaksanakan kegiatan usaha serta pembiayaan buyback saham, di mana seluruh dana yang digunakan berasal dari kas internal Perseroan tanpa mengorbankan likuiditas maupun rencana ekspansi bisnis,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/6/2026).
Perseroan menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Kegiatan usaha tetap berjalan normal dan seluruh kebutuhan modal kerja serta pengembangan bisnis telah diperhitungkan secara memadai. Berdasarkan simulasi proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, pelaksanaan buyback diperkirakan menurunkan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp 15 miliar. Namun di sisi lain, aksi korporasi tersebut berpotensi meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Laba per saham (earnings per share/EPS) diproyeksikan meningkat dari Rp 2,62 menjadi Rp 2,66. Selain itu, sejumlah indikator profitabilitas seperti return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) juga diperkirakan mengalami perbaikan seiring berkurangnya jumlah saham beredar.
Dari sisi kepatuhan terhadap regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI), buyback tersebut juga tidak akan mengganggu ketentuan free float. Setelah pelaksanaan buyback, porsi saham publik diperkirakan turun dari 20,95% menjadi 19,01%.
Angka tersebut masih berada di atas batas minimum free float sebesar 15% sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A.Perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai pihak yang akan melaksanakan transaksi pembelian kembali saham tersebut.
Baca Juga:
3 Isu Panas terkait Review MSCI dan FTSELangkah buyback CHEK muncul di tengah upaya pemulihan pasar saham domestik yang mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah emiten memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan.
Bagi CHEK, aksi buyback tidak hanya menjadi instrumen stabilisasi harga saham di tengah volatilitas pasar, tetapi juga mencerminkan keyakinan manajemen bahwa valuasi saham Perseroan masih menarik dan memiliki potensi peningkatan nilai di masa mendatang.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


